TAKALAR, – kriminal24.com|Haji Matu angkat bicara untuk meluruskan pemberitaan yang beredar terkait rekaman suara soal dugaan _fee_ Rp 200 juta pada proyek pembangunan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) di Takalar. Ia menegaskan informasi tersebut tidak benar dan hanya sebatas candaan.

“Rekaman itu benar suara saya, tapi konteksnya dipelintir. Itu hanya candaan saya kepada keponakan, bukan permintaan _fee_ proyek. Tidak ada uang Rp 200 juta, tidak ada potongan 20 persen. Semua tidak benar,” tegas Haji Matu saat dikonfirmasi di kediamannya, Selasa (21/4/2026).
Haji Matu selaku Tim Teknis/Konsultan KDKMP menjelaskan, percakapan dalam rekaman yang viral terjadi dalam suasana santai keluarga dan tidak ada kaitannya dengan mekanisme proyek KDKMP yang sedang berjalan di Kodim 1426/Takalar. Ia menyayangkan adanya rekaman tersebut disebarkan tanpa konfirmasi dengan pihak Kodim sehingga menimbulkan spekulasi liar di kalangan Wartawan.
“Saya kaget kok jadi begini. Saya tidak pernah menjanjikan _fee_ proyek ke siapa pun terkait proyek. Kodim 1426/Takalar juga saya tahu kerjanya lurus sesuai aturan. Jangan karena candaan saya, nama baik institusi TNI jadi kena imbas,” ujarnya.
Haji Matu meminta maaf apabila candaan pribadinya menimbulkan kegaduhan dan salah tafsir di publik. Ia juga mempersilakan aparat yang berwenang untuk memeriksa seluruh proses proyek KDKMP.
“Silakan dicek, silakan diaudit. Biar terang benderang. Saya siap bertanggung jawab atas ucapan saya. Tapi tolong jangan pelintir candaan jadi fitnah yang merusak nama orang dan institusi,” tambah Haji Matu.
Ia mengimbau masyarakat dan LSM untuk tidak mudah terprovokasi dengan informasi yang belum jelas sumber dan konteksnya. “Saring sebelum sharing. Kasihan Kodim, kasihan program KDKMP yang tujuannya bagus untuk rakyat, jadi terganggu gara-gara salah paham,” tutupnya. *(Pendim1426)*






