Jakarta — Kepemimpinan Bupati Labuhanbatu Selatan, Ferry Sahputra Simatupang, S.H., dinilai menunjukkan pola pendekatan yang kuat dalam membangun hubungan langsung dengan masyarakat. Hal ini tercermin dari berbagai aktivitas pemerintahan yang tidak hanya bersifat administratif, tetapi juga melibatkan interaksi langsung dengan warga di berbagai wilayah Kabupaten Labuhanbatu Selatan.
Dalam pelaksanaan tugas pemerintahan, Bupati Labusel kerap melakukan kunjungan kerja ke desa-desa, meninjau kondisi infrastruktur, serta berdialog langsung dengan masyarakat terkait kebutuhan dan permasalahan yang dihadapi di lapangan. Pendekatan ini dinilai menjadi salah satu bentuk keterbukaan pemerintah daerah dalam menyerap aspirasi secara lebih cepat dan tepat sasaran.
Selain itu, keterlibatan dalam kegiatan sosial kemasyarakatan juga menjadi bagian dari pola kepemimpinan yang dijalankan. Kehadiran Bupati dalam berbagai agenda masyarakat, baik kegiatan formal pemerintahan maupun kegiatan sosial, menunjukkan adanya upaya untuk menjaga komunikasi yang berkelanjutan antara pemerintah dan warga.
Ketua Umum Himlab Raya Jakarta, M. Iqbal Husein, menyampaikan bahwa pola kepemimpinan tersebut mencerminkan karakter yang terbuka, responsif, dan mudah dijangkau oleh masyarakat di berbagai lapisan.
“Kami melihat Bapak Ferry Sahputra Simatupang ini menunjukkan pola kepemimpinan yang aktif turun langsung ke masyarakat. Kehadiran beliau dalam berbagai kegiatan lapangan menjadi bukti adanya kedekatan yang terbangun secara nyata antara pemerintah daerah dan warga,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa komunikasi langsung antara pemimpin daerah dan masyarakat memiliki peran penting dalam memperkuat kepercayaan publik serta mempercepat penyelesaian berbagai persoalan di daerah. Dengan adanya interaksi yang intens, setiap aspirasi masyarakat dapat lebih cepat ditindaklanjuti sesuai dengan kebutuhan di lapangan.
Lebih lanjut, Himlab Raya Jakarta menilai bahwa pendekatan kepemimpinan yang mengedepankan kedekatan dengan masyarakat seperti ini dapat menjadi contoh dalam tata kelola pemerintahan daerah yang lebih partisipatif. Model kepemimpinan yang tidak berjarak dengan warga dinilai mampu menciptakan suasana pemerintahan yang lebih terbuka, humanis, serta berorientasi pada kepentingan publik.
Dengan berbagai aktivitas yang dilakukan, Bupati Labuhanbatu Selatan dinilai telah menunjukkan komitmen dalam membangun komunikasi dua arah antara pemerintah dan masyarakat, yang pada akhirnya diharapkan dapat memperkuat pembangunan daerah secara berkelanjutan serta meningkatkan kualitas pelayanan publik di Kabupaten Labuhanbatu Selatan. (*)








































