Takalar – Kriminal24.com | Program bedah rumah di Kelurahan Pappa, Kecamatan Pattallassang, Kabupaten Takalar, kini menuai sorotan tajam. Kegiatan yang seharusnya menjadi wujud kepedulian pemerintah terhadap warga kurang mampu justru diduga sarat kejanggalan. Proyek tersebut bahkan disebut-sebut sebagai bedah rumah siluman lantaran minim transparansi dan diduga tidak sesuai dengan anggaran yang telah ditetapkan.
Berdasarkan informasi yang dihimpun awak media, anggaran bedah rumah tersebut dikabarkan mencapai Rp25 juta per unit. Namun fakta di lapangan menunjukkan kondisi bangunan jauh dari kata layak. Material yang digunakan terkesan seadanya dan tidak mencerminkan besaran anggaran yang digelontorkan pemerintah untuk program tersebut.Senin(9/2/2026)
Pihak pemilik rumah, DG Toro, saat dikonfirmasi awak media membenarkan bahwa material yang digunakan untuk bedah rumah miliknya hanya menelan biaya sekitar Rp7 juta. Ia mengaku heran dengan nominal anggaran yang disebut mencapai Rp25 juta, sementara hasil pekerjaan yang diterimanya sangat minim dan jauh dari harapan. “Kalau dilihat dari bahan dan pekerjaan, tidak mungkin sampai segitu biayanya,” ungkapnya.
Ironisnya, saat awak media berupaya meminta klarifikasi kepada pihak pelaksana program, yang bersangkutan memilih bungkam. Upaya konfirmasi baik melalui pesan singkat maupun sambungan telepon tidak mendapat tanggapan, sehingga menambah kuat dugaan adanya ketidakwajaran dalam pelaksanaan proyek bedah rumah tersebut.
Atas temuan ini, masyarakat mendesak Aparat Penegak Hukum (APH) serta dinas terkait untuk segera turun tangan melakukan audit dan investigasi menyeluruh. Transparansi penggunaan anggaran publik menjadi hal mutlak agar program bantuan benar-benar tepat sasaran dan tidak dijadikan ajang kepentingan oknum tertentu. Jika dugaan ini benar, maka praktik semacam ini jelas mencederai kepercayaan publik dan harus diusut hingga tuntas.
(Nakku JAGUAR)






