Jembatan Kayu Nyaris Ambruk, Akses Petani Desa Lengkese Terancam Putus

- Team

Selasa, 20 Januari 2026 - 11:55

40306 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Takalar – Kriminal24.com | Berdasarkan pantauan langsung awak media di lapangan, kondisi jembatan penghubung di Desa Lengkese, tepatnya di Dusun Ujung Bassi, kian memprihatinkan. Jembatan yang terbuat dari material kayu tersebut tampak mengalami kerusakan serius, dengan sejumlah papan lantai jembatan sudah lapuk, retak, bahkan sebagian nyaris terlepas.

Dari hasil pantauan, beberapa papan penyangga terlihat tidak lagi kokoh dan berisiko jatuh ke sungai kapan saja. Kondisi ini sangat membahayakan warga yang melintas, khususnya para petani yang setiap hari menggunakan jembatan tersebut untuk menuju sawah dan ladang serta mengangkut hasil panen.Selasa(20/1/2026)

Jembatan kayu ini merupakan satu-satunya akses vital bagi masyarakat setempat. Namun, kerusakan yang terus dibiarkan tanpa perbaikan membuat aktivitas warga terancam lumpuh. Risiko kecelakaan semakin tinggi, terutama saat hujan turun, ketika permukaan kayu menjadi licin dan arus sungai di bawah jembatan meningkat.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Warga setempat mengaku telah berulang kali menyampaikan keluhan kepada pemerintah desa dan pihak terkait. Bahkan, janji perbaikan sempat disampaikan, namun hingga kini belum ada realisasi di lapangan. Kondisi tersebut menimbulkan kekecewaan mendalam di tengah masyarakat yang setiap hari mempertaruhkan keselamatan saat melintas.

“Papan-papannya sudah banyak yang lapuk. Kalau salah injak, bisa langsung jatuh ke sungai,” ujar salah seorang warga Dusun Ujung Bassi kepada awak media.

Masyarakat Desa Lengkese mendesak pemerintah daerah agar segera turun tangan dan melakukan perbaikan secepatnya. Bagi warga, jembatan ini bukan sekadar sarana penghubung, melainkan urat nadi kehidupan petani. Jika terus diabaikan, dikhawatirkan akan memakan korban dan berdampak serius terhadap keselamatan serta perekonomian masyarakat desa.

(Nakku JAGUAR)

Berita Terkait

Gerak Cepat Polsek Gunung Malela Ungkap Pencurian HP Pekerja Bangunan, Pelaku Ditangkap Kurang dari Sepekan
Tanggapan Resmi Atas Pemberitaan Negatif Terkait Meninggalnya Tahanan
Safari Subuh 3 Babinsa Koramil 1426-06/Mapsu Sujud Bareng 50 Jamaah di Takalar, Soreang & Tonasa
Kalapas Binjai Perkuat Sinergitas dengan Polres Binjai, Bahas Pengamanan hingga Latihan Menembak Bersama
Tak Hanya Jaga Kamtibmas, Polsek Tapung Hilir Bina Petani Sukseskan Ketahanan Pangan Kampar
Terkuak! Pungutan Barcode Rp100 Ribu Diduga Libatkan Oknum Dinas Pertanian
Disurvei Ulang Tim Provinsi Sul-Sel, Puskesmas Kepulauan Tanakeke Berjuang Pertahankan Status Daerah Sangat Terpencil
Ajarkan Gotong Royong Sejak Dini: Koramil 1426-01/Polut Ajak Siswa SDN 206 Palleko Kerja Bakti Bersihkan Saluran Air

Berita Terkait

Kamis, 7 Mei 2026 - 18:57

Gerakan Kebangsaan: Survei Sanksi Adalah Perintah Negara, Bukan Sekedar Ritual Administrasi untuk PT Rosin

Rabu, 6 Mei 2026 - 22:35

Dari Limbah Hingga BBM Pabrik, PT Rosin Kian Dipersepsikan Seolah Kebal Hukum

Selasa, 5 Mei 2026 - 10:49

Wujud Apresiasi dan Motivasi, Kapolres Gayo Lues Berikan Penghargaan kepada Personel Terbaik, Terima Apresiasi dari IDI

Selasa, 28 April 2026 - 20:55

Masalah Izin yang Belum Tuntas Membuat PT Rosin Trading Internasional Terus Didesak Untuk Diperiksa

Minggu, 26 April 2026 - 15:40

PT Rosin Internasional dan Pertanyaan Besar soal Pengelolaan Limbah di Gayo Lues

Kamis, 23 April 2026 - 12:48

Satreskrim Polres Gayo Lues Gelar Rekonstruksi Kasus Curat Dokter Wanita, 25 Adegan Diperagakan Tersangka

Rabu, 22 April 2026 - 17:27

Antisipasi Karhutla, Polres Gayo Lues Sebar Imbauan di Titik Rawan

Selasa, 14 April 2026 - 12:48

Pengadilan Negeri Blangkejeren Menjadi Panggung Uji Keadilan, Rabusin Soroti Penegakan Hukum Agraria

Berita Terbaru