Takalar – Kriminal24.com | Berdasarkan pantauan langsung awak media di lapangan, kondisi jembatan penghubung di Desa Lengkese, tepatnya di Dusun Ujung Bassi, kian memprihatinkan. Jembatan yang terbuat dari material kayu tersebut tampak mengalami kerusakan serius, dengan sejumlah papan lantai jembatan sudah lapuk, retak, bahkan sebagian nyaris terlepas.
Dari hasil pantauan, beberapa papan penyangga terlihat tidak lagi kokoh dan berisiko jatuh ke sungai kapan saja. Kondisi ini sangat membahayakan warga yang melintas, khususnya para petani yang setiap hari menggunakan jembatan tersebut untuk menuju sawah dan ladang serta mengangkut hasil panen.Selasa(20/1/2026)
Jembatan kayu ini merupakan satu-satunya akses vital bagi masyarakat setempat. Namun, kerusakan yang terus dibiarkan tanpa perbaikan membuat aktivitas warga terancam lumpuh. Risiko kecelakaan semakin tinggi, terutama saat hujan turun, ketika permukaan kayu menjadi licin dan arus sungai di bawah jembatan meningkat.
Warga setempat mengaku telah berulang kali menyampaikan keluhan kepada pemerintah desa dan pihak terkait. Bahkan, janji perbaikan sempat disampaikan, namun hingga kini belum ada realisasi di lapangan. Kondisi tersebut menimbulkan kekecewaan mendalam di tengah masyarakat yang setiap hari mempertaruhkan keselamatan saat melintas.
“Papan-papannya sudah banyak yang lapuk. Kalau salah injak, bisa langsung jatuh ke sungai,” ujar salah seorang warga Dusun Ujung Bassi kepada awak media.
Masyarakat Desa Lengkese mendesak pemerintah daerah agar segera turun tangan dan melakukan perbaikan secepatnya. Bagi warga, jembatan ini bukan sekadar sarana penghubung, melainkan urat nadi kehidupan petani. Jika terus diabaikan, dikhawatirkan akan memakan korban dan berdampak serius terhadap keselamatan serta perekonomian masyarakat desa.
(Nakku JAGUAR)






