Takakar – Kriminal24.com | Pekerjaan Drainase di Kompleks Butta Kalabbirang LR.3, Kabupaten Takalar, kembali menjadi perhatian setelah warga menyoroti dugaan kurangnya kedalaman galian pondasi pada bagian saluran. Temuan di lapangan memperlihatkan struktur pasangan batu yang berdiri di atas galian dangkal, sehingga memunculkan pertanyaan mengenai kualitas pengerjaan.

Berdasarkan papan informasi proyek, kegiatan ini berada di bawah Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Kabupaten Takalar, dengan nilai kontrak sebesar Rp 94.712.000 melalui sumber dana DAU. Pekerjaan dilaksanakan selama 52 hari kalender oleh CV Putra Bungso Mandiri, dengan konsultan CV Mega Putra Engineering. Namun, meski memiliki pagu dan waktu pengerjaan yang jelas, kondisi di lapangan dinilai tidak sejalan dengan harapan masyarakat,(17/11/2025)–
Sejumlah warga menyebutkan bahwa kualitas pondasi menjadi aspek penting dalam pekerjaan drainase, karena akan menentukan ketahanan saluran saat menghadapi debit air yang tinggi di musim hujan. Dengan galian yang tampak dangkal, kekhawatiran muncul terkait potensi longsoran dinding drainase maupun kerusakan dini pada saluran tersebut.
Pantauan visual menunjukkan beberapa ruas pondasi tampak diletakkan langsung di atas tanah yang masih basah dan berlumpur, tanpa galian memadai yang umumnya dibutuhkan untuk konstruksi saluran bertingkat batu. Kondisi ini menimbulkan dugaan bahwa pekerjaan dilakukan tidak sesuai spesifikasi teknis maupun standar konstruksi yang semestinya diterapkan.
Warga berharap pihak dinas terkait segera turun melakukan pengecekan ulang agar pekerjaan dapat diperbaiki sebelum dilanjutkan lebih jauh. Mereka menilai pengawasan yang ketat sangat dibutuhkan untuk memastikan kualitas proyek berjalan sesuai kontrak, sehingga hasilnya benar-benar bermanfaat sebagai solusi pengendalian banjir di kawasan tersebut.
( Nakku JAGUAR)🇲🇨.






