Rabat Beton Desa Sri Muda Diduga Sarat Mark-Up, Realisasi Anggaran Tak Sesuai Pagu

KRIMINAL 24

- Team

Selasa, 10 Juni 2025 - 02:05

40185 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KUTACANE | Proyek pembangunan jalan rabat beton yang bersumber dari Dana Desa (DD) Tahap I Tahun 2025 di Desa Sri Muda, Kecamatan Darul Hasanah, Kabupaten Aceh Tenggara, kini menuai sorotan tajam dari publik. Proyek yang menelan anggaran sebesar Rp180 juta itu diduga mengalami penggelembungan anggaran (mark-up) yang dapat menimbulkan kerugian terhadap keuangan negara.

Informasi yang diperoleh dari sejumlah sumber menyebutkan bahwa proyek rabat beton tersebut memiliki panjang 173 meter dan lebar 2,3 meter. Berdasarkan Rencana Anggaran Pelaksanaan (RAP) dan dokumen perencanaan lainnya, pekerjaan ini seharusnya dilaksanakan selama 30 hari kalender. Namun, fakta di lapangan menunjukkan bahwa pelaksanaan proyek tersebut hanya berlangsung kurang dari 10 hari, jauh dari waktu yang ditetapkan. Kondisi ini memunculkan kecurigaan bahwa pengerjaan proyek dilakukan secara tergesa-gesa, dengan kemungkinan menurunkan kualitas dan spesifikasi teknis, demi mengejar keuntungan pribadi.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Salah seorang sumber terpercaya yang enggan disebutkan identitasnya mengungkapkan estimasi pengeluaran riil untuk proyek tersebut. Menurut perhitungannya, seluruh pekerjaan hanya membutuhkan dana sekitar Rp60.290.000. Rinciannya adalah pembelian semen sebanyak 200 sak dengan harga per sak Rp60.000, yang berarti total pengeluaran untuk semen sebesar Rp12.000.000. Selanjutnya, pembelian material kerikil dan pasir diperkirakan sebanyak 15 mobil dump truck dengan biaya per mobil Rp400.000, sehingga totalnya Rp6.000.000.

Untuk tenaga kerja, digunakan sistem pembayaran per meter, yakni Rp120.000 per meter. Bila dikalikan dengan panjang proyek 173 meter, maka total biaya tenaga kerja mencapai Rp20.760.000. Di luar itu, terdapat honorarium untuk Tim Pelaksana Kegiatan (TPK) sebesar Rp2.500.000 serta komponen pajak (PPN dan PPh) sebesar 11% dari pagu anggaran, yaitu senilai Rp19.030.000. Jika seluruh angka tersebut dijumlahkan, total biaya yang dibutuhkan untuk menyelesaikan proyek hanya sekitar Rp60.290.000. Dengan demikian, terdapat sisa dana sekitar Rp119.710.000 dari pagu anggaran, yang hingga kini belum jelas ke mana dialokasikan.

Menanggapi informasi tersebut, Ketua LSM Tipikor Aceh Tenggara, Jupriadi R, meminta agar Aparat Penegak Hukum (APH) seperti Kejaksaan Negeri Kutacane dan Unit Tindak Pidana Korupsi (Tipidkor) Polres Aceh Tenggara segera turun tangan melakukan penyelidikan. Ia juga mendesak Inspektorat Kabupaten Aceh Tenggara untuk segera melakukan audit investigatif terhadap penggunaan Dana Desa di Desa Sri Muda secara menyeluruh, termasuk mengecek fisik lapangan dan membandingkan dengan dokumen realisasi anggaran.

“Jika benar hanya dibelanjakan sekitar Rp60 juta, sementara anggarannya Rp180 juta, maka ke mana perginya sisa hampir Rp120 juta itu? Ini perlu diselidiki secara tuntas agar uang negara tidak lenyap tanpa pertanggungjawaban,” tegas Jupriadi.

Ia menambahkan bahwa transparansi dan akuntabilitas pengelolaan Dana Desa adalah tanggung jawab bersama. Dugaan penyimpangan seperti ini tidak boleh ditoleransi, dan Inspektorat serta APH wajib hadir untuk menegakkan aturan dan memastikan tidak ada aparat desa yang bermain-main dengan uang rakyat.

Sementara itu, Kepala Desa Sri Muda, Baharudin, saat dikonfirmasi oleh wartawan pada Minggu, 8 Juni 2025, membantah adanya penyimpangan dalam proyek tersebut. Ia menyatakan bahwa seluruh proses pelaksanaan telah sesuai aturan. “Kalau menurut saya, pembangunan rabat beton itu tidak ada masalah. Sudah benar semuanya,” ujarnya singkat.

Dari video yang diperoleh media ini, rabat beton pada jalan tampak memiliki beberapa kelemahan yang perlu dianalisis lebih lanjut. Permukaan rabat beton tampak kasar dan tidak rata. Ada retakan-retakan di beberapa bagian serta kerusakan pada lapisan beton, seperti hilangnya material. Hal ini kemungkinan besar disebabkan oleh campuran beton yang tidak tepat, teknik pengecoran yang buruk, serta pemadatan yang kurang optimal. Dampaknya, kendaraan dan pejalan kaki terganggu. Retakan juga menjadi celah masuk air dan mempercepat kerusakan.

Tidak ada tanda rabat beton ini dirancang tahan air. Diduga tidak digunakan bahan waterproofing, dan finishing tidak sempurna. Akibatnya, air dapat merusak fondasi, mempercepat korosi pada tulangan, dan menurunkan daya tahan struktur secara keseluruhan.

Rabat juga terlihat rentan terhadap cuaca ekstrem. Retakan di permukaan menunjukkan ketidakmampuan struktur menahan perubahan suhu. Hal ini bisa disebabkan karena tidak digunakannya bahan tambahan seperti fiber beton. Retakan akan membesar seiring waktu dan mempercepat kehancuran struktur.

Ketebalan rabat beton pun tampaknya tidak seragam. Beberapa bagian tampak lebih tipis. Teknik pengecoran yang tidak merata dan pengukuran yang tidak teliti bisa menjadi penyebab. Titik-titik yang tipis akan mudah rusak dan membuat jalan tidak stabil.

Dari kualitas permukaan dan kerusakan yang tampak, material yang digunakan diduga tidak memenuhi standar. Kemungkinan besar campuran semen, pasir, dan kerikil tidak sesuai takaran atau kualitasnya rendah. Ini membuat beton cepat rusak dan menambah biaya pemeliharaan di masa depan.

Jalan rabat beton ini juga tampak tidak mendapatkan perawatan rutin. Kerusakan parah yang dibiarkan berlarut bisa berbahaya. Jika benar tidak ada program pemantauan berkala, maka risiko kecelakaan atau kerusakan kendaraan akan terus meningkat.

Untuk memperbaiki situasi ini, perbaikan fisik jalan perlu segera dilakukan. Retakan dan kerusakan bisa ditangani dengan penyuntikan epoxy atau mortar beton berkualitas tinggi. Ketahanan air perlu ditingkatkan dengan pelapisan waterproofing yang sesuai iklim lokal. Penggunaan material harus mengikuti standar SNI dan jika perlu, ditambahkan fiber beton. Pemeriksaan rutin dan pemeliharaan berkala sangat penting untuk mencegah kerusakan lebih lanjut. Selain itu, pemasangan marka jalan dan pencahayaan malam juga penting untuk keselamatan.

Rabat beton pada jalan tersebut memiliki beberapa kelemahan yang perlu segera diperbaiki, termasuk permukaan yang kasar, retakan, dan ketahanan air yang rendah. Untuk memastikan keamanan dan kenyamanan pengguna jalan, diperlukan perbaikan langsung serta perawatan rutin. Selain itu, penggunaan material berkualitas dan desain yang lebih baik sangat dianjurkan untuk mencegah kerusakan di masa depan. (Red 02)

Berita Terkait

Samsudin Tajmal Desak Polda Aceh Tangkap Pelaku dan Aktor Intelektual Spanduk Provokatif yang Rusak Demokrasi Lokal
Saat Spanduk Fitnah Menjadi Senjata, Runtuhkah Demokrasi dan Nama Baik Aceh Tenggara?
PeTA Aceh Tenggara Temukan Dugaan Skenario Politik Terselubung di Balik Penyebaran Spanduk Fitnah Bupati
Sat Narkoba Polres Agara Amankan 11 Paket Ganja Seberat 17,8 Kilogram di Kecamatan Ketambe
LSM KOMPAK Aceh Tenggara Desak Media Online Segera Ralat Berita Tendensius yang Menghakimi Bupati HM Salim Fakhry
Dari Duka Menuju Ceria: Aksi Trauma Healing Polres Aceh Tenggara Bersama STIK 83/WPS di Tengah Dampak Banjir Aceh Tenggara
Polres Aceh Tenggara dan Mahasiswa STIK Angkatan 83/WPS Kurve Bersihkan Rumah Warga Terdampak Banjir di Desa Penungkunan
Satresnarkoba Polres Aceh Tenggara Tegaskan Narkoba Musuh Bersama, Ajak Masyarakat Tidak Diam

Berita Terkait

Selasa, 5 Mei 2026 - 02:53

Jaga Pesisir Pantai, Ny. Artika Anton Milala Pimpin Ibu-Ibu Persit Tanam Mangrove di PPLH Puntondo

Senin, 4 Mei 2026 - 23:34

Dimulai dari Subuh: 3 Babinsa Koramil 1426-04 Galesong Jaga Ukhuwah Lewat Safari Subuh

Senin, 4 Mei 2026 - 04:30

Cegah Banjir Saat Musim Hujan: Serma Kamaruddin Pimpin 35 Warga Bersihkan 100 Meter Selokan

Senin, 4 Mei 2026 - 00:27

Perkuat Ukhuwah Islamiyyah Lewat Fajar: Personel Koramil 1426-03/Galut Jadi Pelopor Subuh Berjamaah

Minggu, 3 Mei 2026 - 05:45

Sunarti, S.Pd., M.Pd. Serukan Semangat Hardiknas 2026 Inspiratif

Minggu, 3 Mei 2026 - 04:08

Semangat Hardiknas 2026, Kepala SDN 175 Bonto Baddo

Minggu, 3 Mei 2026 - 04:05

Kepala Sekolah SDN 143 Inpres Topejawa Ucapkan Hardiknas 2026

Minggu, 3 Mei 2026 - 03:05

Pecah! 1000 Guru Banjiri Alun-Alun, Wabup Bersama Dandim Takalar Pimpin Gerak Jalan Hardiknas Ke-67

Berita Terbaru