Pernah 2 Kali Menjabat sebagai Wakil Walikota, Zainal Arifin Dinilai Tak Bermanfaat untuk Masyarakat

KRIMINAL 24

- Team

Selasa, 16 April 2024 - 15:32

40212 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Banda Aceh – Forum Pemuda Kota banda Aceh Ramadhan Saputra menilai Selama sekitar 8 tahun menjabat di posisi empuk sebagai Wakil Walikota Banda Aceh di dua kepemimpinan berbeda sosok Zainal Arifin terlihat sangat minim bahkan hampir tak nampak kontribusinya untuk pembangunan Banda Aceh.

“Pernah menjadi Wakil Walikota ketika kepemimpinan Illiza Saaduddin Djamal, bahkan selama 5 tahun menjabat posisi Wakil Walikota di masa kepemimpinan Aminullah, Zainal Arifin hampir tak kelihatan manfaat dan kontribusinya untuk pembangunan kota. Anehnya dua periode menduduki posisi penting, Zainal Arifin kesannya seakan hanya menikmati gaji dan fasilitas semata,” Ramadhan Saputra

Zainal Arifin mulai menduduki posisi orang nomor dua di Ibukota Provinsi Aceh itu setelah berhasil mendepak kader Demokrat (Yudi Kurnia dan Arif Fadhilah) dalam perebutan posisi Wakil Walikota setelah Almarhum Mawardi Nurdin wafat. Walaupun pada notabenenya kursi orang nomor 2 itu merupakan jatah Demokrat namun kelihaian Zainal Arifin memainkan trik politiknya mampu merebut posisi tersebut. Hanya saja setelah menjabat, kiprahnya juga sangat minim.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Setelah berhasil, menyingkirkan Demokrat, Zainal Arifin pada Pilkada 2017 meninggalkan Illiza dan menyeberang ke Aminullah untuk kembali mendapatkan posisi Wakil Walikota.

“Di dua kepemimpinan itu sosok Zainal Arifin sebenarnya merupakan orang nomor 2 di Banda Aceh, namun seakan-akan tutup mata terkait persoalan tersebut,”katanya.

Bahkan di kepemimpinan Pj Walikota Bakri Siddiq selama satu tahun menjabat menyisakan hutang sebanyak Rp 109 M, juga dugaan dikhabarkan peranan Zainal Arifin sebagai salah seorang kerabat sang mantan Pj Walikota juga tak dapat dikesampingkan.

Sosok Zainal Arifin, lanjutnya, terlihat tidak visioner. Bahkan selama dua periode menjabat sebagai orang nomor dua di Banda Aceh tidak terlihat kontribusinya untuk pembangunan daerah dan masyarakat.

“Anehnya sudah sekian lama menjabat posisi penting di ibukota kesannya hanya menikmati jabatan, kemudian saat ini ingin maju walikota. Kesempatan yang pernah diberikan saja tak pernah dimanfaatkan untuk membantu masyarakat, lalu ingin jabatan yang lebih tinggi, sungguh tak masuk akal,”Ramadhan

Setelah menggeser Demokrat, kemudian mendapat kesempatan menjadi Wakil Illiza, lalu meninggalkan Illiza untuk mendapatkan posisi Wakil Walikota bersama Aminullah. Lalu kini Zainal Arifin kembali tinggalkan orang yang memberinya kesempatan dan lalu mendeklarasikan diri sebagai Calon Walikota.

“Kalau kita lihat dari rekam jejak tersebut, sosok Zainal Arifin selain hobi meninggalkan orang yang memberinya kesempatan juga kurang bermanfaat kepada masyarakat ketika menjabat. Jika kesempatan 2 periode di kursi empuk itu saja lupa berbuat untuk kemajuan kota dan masyarakat bagaimana ingin maju sebagai orang nomor satu di Banda Aceh. Khawatirnya, orang yang pernah memberinya kesempatan saja ditinggalkan dan dikhianati apalagi rakyat. Kami nilai sosok ini tidak tepat untuk memimpin Banda Aceh, kesempatan yang sudah ada saja disia-siakan ingin posisi yang lebih tinggi, sungguh miris,”tutup Ramadhan. (REL)

Berita Terkait

10. Pengadaan Kitab Rp50,53 Miliar Jadi Polemik, Dinas Sebut Masih Diteliti Tim Peneliti Kitab
ASDP Prioritaskan Pemulihan Korban dan Evaluasi Menyeluruh Pascainsiden KMP Aceh Hebat 2
Syahbudin Padang Soroti Pemahaman Keliru Tentang Legalitas Media di Indonesia
Kekompakan Forkopimda Aceh Kunci Pemulihan dan Pembangunan
Dinas Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) Aceh mengerahkan 70 Relawan untuk membersihkan SMPN 5 Karang Baru Aceh Tamiang
Ketua IWOI Aceh Rombak Total Kepengurusan di Awal Tahun 2026
Pengawasan Pemerintah Temukan Banyak Pelanggaran, Dua Pabrik Gondorukem di Aceh Diperintahkan Tanggung Jawab
Operasi Gabungan Bea Cukai dan Satpol PP WH Berhasil Ungkap Peredaran Rokok Ilegal di Kabupaten Aceh Besar

Berita Terkait

Selasa, 20 Oktober 2026 - 00:13

PPWI Ogan Ilir Resmi Laporkan Dugaan Setoran Kepala Sekolah Ke Polda Sumsel

Senin, 19 Oktober 2026 - 08:06

Dugaan Pembagian Wilayah Korlap Narkoba Langkat Mencuat, Stabat Hingga Secanggang Harus Diusut!

Jumat, 16 Oktober 2026 - 19:15

Modus Suara Mirip dan Foto WhatsApp, Gubernur Kaltara Imbau Waspadai Penipuan Siber Lintas Wilayah

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 19:17

Polres Simalungun Gencar Tebar Stiker Nomor Darurat hingga Pelosok Wisata Parapat, Antisipasi Cuaca Ekstrem Danau Toba

Rabu, 7 Oktober 2026 - 01:08

KAKI Jatim Puji Langkah Kapolri Hadir di Tengah Aksi dan Dengarkan Aspirasi Buruh

Minggu, 4 Oktober 2026 - 08:11

Rahmawati Zainal: Komisi VII DPR Targetkan Kuota Tenaga Kerja Lokal Minimum 90 Persen dalam RUU Kawasan Industri

Minggu, 4 Oktober 2026 - 08:09

HUT ke-27 Kabupaten Nunukan: Gubernur Zainal Paliwang Tekankan Pentingnya Identitas Bangsa di Perbatasan

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 22:25

KAKI Jatim: Kapolri Jenderal Suyudi Ario Seto Tunjuk Irjenpol Dekananto Eko Purnomo Sebagai Kapolda Jawa Timur

Berita Terbaru