Julius Asim Aryo .Kabid PAD Aceh Tenggara
ACEH TENGGARA KRIMINAL24 COM | Pemerintah Kabupaten Aceh Tenggara melalui Badan Pengelolaan Keuangan Daerah (BPKD) per bulan Oktober 2023 ini sudah menerima Pendapatan Asli Daerah (PAD) sebanyak Rp 16,201,145,094,75 atau 46, 92 persen. Pendapatan tersebut hitungan sejak Januari-Oktober 2023.
“Jumlah itu sudah mencapai hampir 50 persen dari target yang sudah ditetapkan, hal itu diungkapkan Kepala Bidang (Kabid) Pendapatan Asli Daerah (PAD) BPKD Aceh Tenggara, Julius Hasyim Ario, kepada wartawan diruang kerjanya, Selasa 14 Nopember 2023.
Dia mengatakan untuk tahun 2023 ini adapun besarnya target PAD kita yang sudah di tetapkan yakni Rp 34.531.530.000.00 Miliyar. Sedangkan realisasinya mencapai Rp 16 miliyaran.
Aryo menjelaskan sebagai penopang PAD kita yakni seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD), seperti dinas Perhubungan retribusi pelayanan pakir, retribusi terminal dan retribusi lainnya. Kemudian Dinas kesehatan (Dinkes) berasal dari retribusi pendapatan kapitasi JKN pada FKTP. Selanjutnya RSUD Kutacane, yakni retribusi pelayanan kesehatan, dinas.PURP retribusi pemakaian kekayaan.daerah, laboratorium dan pemakaian kendaraan bermotor. Sedangkan dari dinas perhubungan hasil retribusinya dari pelayanan pakir ditepi jalan, penyediaan pelayanan.pskir untuk ke daraan.penumpang.
Selanjutnya dinas koprasi dan UKM,dinas pariwisata ,kepemudaan.olah raga, dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu, dinas Pertanian, dinas lingkungan.hidup, Badan Pengelolaan Keuangan Daerah.
Dan ditambah lagi dari sektor pendapatan.PAD lainnya yang sah yakni, Retribusi daerah Retribusi Reklame Rumah potong Hewan, Retribusi penjualan hasil usaha, penyewaan tanah dan bangunan rumah makan.Restoran dan.perhotelan Retribusi pasar grosir atau pertokoan, pajak penerangan.jslan sumber lain, pajak mineral bukan logam dan batuan lainnya, PBB – P2 BPHTB- pemindahan hak.dan pendapatan lainnya yang sah. Jelas Julius.
Julius berharap, kepada semua pihak OPD dalam pencapaian target yang telah ditetapkan, supaya bisa memenuhi target nya. Karena PAD yang sudah di tetapkan adalah semua berdasarkan sektor yang sebelumnya sudah kita analisa.
Karena pada akhir tahun ini, kami dari dinas keuangan khususnya bidang pendapatan asli daerah, akan terus memantaunya terhadap OPD yang tidak bisa memenuhi targetnya. Serta turun langsung terhadap OPD yang tidak bisa memenuhi target. Sehingga nantinya kita akan mengetahui apa yang menjadi kendala mereka dalam pencapaian target pad nya. Harap Julius.
(Dewan Redaksi Salihan)






