Prof. Dr-Ing. Eko Supriyanto, P.H.Eng, Presiden PTPI: Pengembangan Fasilitas Kesehatan yang Optimal, Untuk Kesembuhan Pasien

KRIMINAL 24

- Team

Sabtu, 10 Juni 2023 - 07:27

40214 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

PAPARAN-Prof. Dr-Ing. Eko Supriyanto, P.H.Eng, Presiden Perkumpulan Teknik Perumahsakitan Indonesia (PTPI) menjelaskan visi dan misi serta tujuannya berkunjung ke Tzu Chi Hospital. Kedatangan Prof. Eko dan ketiga staf disambut baik oleh Dokter Gunawan Susanto, Sp.BS (Direktur Utama Tzu Chi Hospital), Suriadi (Direktur Umum Tzu Chi Hospital), Dokter William (Ketua Komite Kesehatan, Keselamatan, Kerja Tzu Chi Hospital), dan Kalam Tukiman (Kepala FMS – Facility Management Services).

 

Jakarta – Sehubungan dengan adanya pembuatan pedoman teknis Sarana Prasarana dan Alat kesehatan yang sedang direncanakan pemerintah tepatnya antara Kementerian Kesehatan dan Perkumpulan Teknik Perumahsakitan Indonesia (PTPI), Prof. Dr-Ing. Eko Supriyanto, P.H.Eng, selaku Presiden PTPI didampingi tiga staf datang mengunjungi Tzu Chi Hospital yang berada di Pantai Indah kapuk, Jakarta Utara, Jumat (2 Juni 2023) lalu.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dalam kesempatan ini, Prof. Eko ingin melihat sarana dan prasaran serta alat kesehatan di Tzu Chi Hospital.

Kunjungan ini  disambut sangat positif oleh pihak Tzu Chi Hospital, termasuk Dokter Gunawan Susanto, Sp.BS, selaku Direktur Utama Tzu Chi Hospital.

“PTPI sedang mendapat penugasan dari kementerian kesehatan untuk membuat pedoman teknis terkait dengan sarana, prasarana dan alat kesehatan untuk empat pelayanan prioritas yaitu kanker, stroke, jantung dan uronefrologi. Kami mendengar bahwa Tzu Chi Hospital adalah salah satu rumah sakit yang terbaik di Indonesia karena itu kami datang mengunjungi Tzu Chi Hospital ini  karena kami ingin melihat dengan dekat,” jelas Prof. Eko.

TINJAU-Prof. Eko Supriyanto berkeliling Tzu Chi Hospital melihat sarana dan prasarana kanker, jantung, stoke dan uronefrologi.

Prof. Eko menyebut, Perkumpulan Teknik Perumahsakitan Indonesia (PTPI) juga ingin mengembangkan Smart Hospital ke beberapa rumah sakit di Indonesia. Di mana Smart Hospital adalah rumah sakit yang memiliki proses bisnis otomatis dan teroptimasi yang dibangun di atas sistem informasi yang terkoneksi ke seluruh aset rumah sakit melalui IOT, yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas layanan pasien dan mengenalkan berbagai kemampuan baru Rumah Sakit.

DUKUNG-Prof. Eko Supriyanto melihat sarana dan prasarana di ruang operasi, juga melihat beberapa alat kesehatan di dalam ruang operasi Tzu Chi Hospital yang menurutnya jarang dimiliki rumah sakit lainnya di Indonesia.

Menurut Prof. Eko, hal ini ingin dikembangkan agar warga Indonesia tidak perlu susah lagi berobat ke luar negeri, tapi bisa di dalam negeri sendiri dengan sarana, prasarana, fasilitas dan alat kesehatan bagus, juga modern, tidak kalah dengan di luar negeri.

“Kita tahu bahwa dari Pak Jokowi sendiri kan beberapa kali meminta bahwa kalau boleh Warga Negara Indonesia yang ke luar negeri untuk berobat ini melihat kembali fasilitas kesehatan yang ada di Indonesia sehingga tidak perlu lah ke luar negeri untuk hal-hal yang bisa dikerjakan di dalam negeri, di sini juga ada dan ini saya bisa liat bahwa Tzu Chi merupakan salah satu tempat yang tepat,” lanjut Prof. Eko Supriyanto.

ALAT CANGGIH-Didampingi Dokter William, Prof. Eko Supriyanto juga melihat alat kesehatan yang ada di Klinik Fisioterapi dimana menurut beliau alat-alatnya sudah maju dan canggih.

Dokter William perwakilan dari Tzu Chi Hospital mengajak Prof. Eko Supriyanto bersama tiga staf untuk berkeliling melihat fasilitas dan alat-alat kesehatan yang dimiliki Tzu Chi Hospital. Tzu Chi Hospital sendiri memiliki Visi yang selaras dengan PTPI yaitu menjadi rumah sakit ideal yang bisa menjadi contoh yang baik untuk dunia kedokteran.

“PTPI ini suatu lembaga yang juga bekerjasama dengan pemerintah, Tzu Chi Hospital juga berdiri selaras dengan pemerintah, jadi kalau pemerintah punya suatu rencana yang baik untuk mengembangkan dan membuat suatu rumah sakit yang ideal di Indonesia kita akan bergabung dan mendukungnya,” ungkap Dokter William, selaku Ketua Komite Kesehatan, Keselamatan, Kerja (K3) Tzu Chi Hospital.

APRESIASI-Prof. Eko Supriyanto didampingi beberap dokter melihat sistem informasi di Tzu Chi Hospital.
APRESIASI-Prof. Eko Supriyanto didampingi beberap dokter melihat sistem informasi di Tzu Chi Hospital.

Dalam kesempatan ini, Prof. Eko Supriyanto juga melihat sarana dan prasarana di ruang operasi, beliau juga melihat beberapa alat kesehatan di dalam ruang operasi Tzu Chi Hospital yang menurutnya jarang dimiliki rumah sakit lainnya di Indonesia.

“Tadi ada MRI yang terbaik kemudian juga ada CT-Scan yang 512 slice itu bagus, kemudian dari sisi ruang operasi juga bagus ya, kemudian tadi yang menarik juga menggabungkan antara CT dan ruang OK (operasi), saya rasa itu jarang di Indonesia. Kemudian juga di sini yang saya kaget tadi betul-betul bahwa Robotic sudah ada di beberapa tempat, tadi ada di rehabilitasi, kemudian robotic yang di Mamo untuk biopsi, dan ada di beberapa tempat lainnya juga. Jadi ciri-ciri smart hospital itu nampaknya sudah ada di Tzu Chi Hospital ini dan saya lihat di rumah sakit lain belum semaju dan secanggih ini,” ungkap Prof. Eko Supriyanto.

Bertambahnya penilaian yang baik dari pihak lembaga kesehatan lainnya, menjadi semacam langkah untuk mengait segala macam pihak untuk memajukan misi kesehatan Tzu Chi, dan menjadi semangat baru lagi untuk pihak Tzu Chi hospital dalam menciptakan serta mengembangkan fasilitas yang optimal untuk kesembuhan para pasien tentunya dengan cinta kasih.

“Di sini kami bersyukur dengan mengenal Prof. Eko kita jadi dapat masukan-masukan baru, dan ternyata menurut Prof. Eko, Tzu Chi Hospital sudah memenuhi nilai-nilai untuk menjadi The First Smart Hospital in Indonesia, jadi mudah-mudahan ketersediaan seluruh fasilitas yang ada di sini bisa bermanfaat maksimal untuk melayani pasien secara profesional dan bisa menjangkau masyarakat yang kurang mampu serta membantu orang agar tidak perlu repot-repot berobat keluar negeri,” ungkap Dokter William. (Red/https://www.tzuchi.or.id).

Berita Terkait

Momentum Idul Fitri, PDBN, PGSI dan RSINU Gandeng Bank BTN, Gelar Khitan Massal Gratis Tahap Kedua
Optimalkan Sertipikasi Tanah Wakaf, Kanwil BPN Kepri, Kanwil Kemenag Kepri dan Kejati Kepri, Teken MoU
Sorotan Publik atas Keamanan Internal Polda Metro Jaya, Evaluasi Menyeluruh Dinilai Penting
Menangis di Atas Setir Di Balik Jaket Ojol Ada Perut yang Lapar dan Keadilan yang Sedang Sekarat
Skakmat Permanen: Terbongkarnya Desain Sistemik yang Menjadikan Rakyat Bahan Bakar Mesin Oligarki Global, Ini Kata Fahd A Rafiq
Pimpin Apel Ojol-Buruh di Sumsel, Kapolri Tekankan Jaga Persatuan hingga Stabilitas Nasional
Publik Nilai Penghargaan Bintang Jasa Utama untuk Kepala BGN sebagai Pengakuan Negara atas Kinerjnya
APDESI MERAH PUTIH: Pemerintah Desa Harus Jadi Pembina Peradaban Masyarakat

Berita Terkait

Kamis, 16 April 2026 - 03:21

Jaga Kebersihan Pantai, Koramil 1426-03/Galut Gelar Kerja Bakti Pembersihan Pantai

Rabu, 15 April 2026 - 23:40

Shalat Subuh Berjamaah Media Komsos Babinsa Koramil 1426-05/Marbo Dengan Warganya

Rabu, 15 April 2026 - 04:56

Personel Koramil 1426-02/Polsel Ajak Warga Kerja Bakti Bersihkan Selokan dan Bahu Jalan

Selasa, 14 April 2026 - 03:41

Tanamkan Sadar Kebersihan Sejak Dini, Koramil 1426-01/Polut Ajak Siswa SD Kerja Bakti

Senin, 13 April 2026 - 23:43

Koramil 1426-04/Galesong, Sholat Subuh Berjamaah Bersama Warga Binaan

Senin, 13 April 2026 - 02:57

Piket Koramil 1426-01/Polut Pantau Gudang Bulog Pastikan Stock Persediaan Fisik Harian

Senin, 13 April 2026 - 02:49

Babinsa Desa Lassang Dampingi Pendistribusian Makan Bergizi Gratis Untuk Siswa Sekolah

Senin, 13 April 2026 - 00:47

Kepala Staf Kodim 1426 Takalar Jadi Irup Pada Upacara Bendera Hari Senin Di Makodim

Berita Terbaru