ACEH TENGAH | Desa Kalasegi, Kecamatan Bintang, tengah menjadi sorotan setelah muncul dugaan penimbunan bantuan logistik dan sembako yang seharusnya didistribusikan kepada masyarakat terdampak bencana hidrometeorologi yang terjadi pada 26 November 2025 lalu. Hingga pertengahan bulan suci Ramadan, bantuan tersebut belum juga sampai ke tangan warga yang membutuhkan.
Seorang warga Desa Kalasegi yang enggan disebutkan namanya mengungkapkan kekecewaannya atas lambannya distribusi bantuan. Ia menuturkan bahwa hingga Sabtu, 7 Maret 2026, bantuan logistik yang dijanjikan pemerintah desa belum juga dibagikan kepada masyarakat. Padahal, menurutnya, kebutuhan warga semakin meningkat menjelang Hari Raya Idul Fitri, dan bantuan tersebut sangat diharapkan untuk meringankan beban ekonomi akibat bencana yang melanda beberapa bulan lalu.
Warga tersebut juga menyoroti bahwa bantuan logistik yang berasal dari berbagai pihak, baik individu, swasta, organisasi, maupun pemerintah, justru tertahan di posko dan di rumah salah satu warga yang dijadikan tempat penyimpanan. Ia menilai, penahanan bantuan ini bertolak belakang dengan tujuan awal donasi, yakni untuk membantu dan mengurangi beban finansial masyarakat yang terdampak bencana.
Salah satu korban bencana hidrometeorologi di desa tersebut juga menyampaikan harapannya agar setiap bantuan yang masuk dapat segera didistribusikan. Ia menekankan pentingnya transparansi dan kecepatan dalam penyaluran bantuan guna mencegah terjadinya penyelewengan atau penggelapan logistik. Menurutnya, penimbunan bantuan yang terjadi saat ini sudah terlalu banyak dan berlarut-larut, sehingga menimbulkan keresahan di tengah masyarakat.
Keberadaan tumpukan logistik di tempat penyimpanan di Desa Kalasegi, menurut warga, dapat dibuktikan melalui foto dan video yang telah diambil sebagai dokumentasi. Ia berharap, bukti-bukti tersebut dapat menjadi perhatian bagi pihak terkait untuk segera mengambil tindakan.
Warga juga meminta agar pemerintah dan pihak berwenang segera melakukan pengecekan langsung ke lokasi penyimpanan bantuan di Desa Kalasegi. Mereka berharap, dengan adanya perhatian dan tindakan tegas dari pemerintah, bantuan yang selama ini tertahan dapat segera didistribusikan kepada masyarakat yang benar-benar membutuhkan, sehingga tujuan utama dari bantuan tersebut dapat tercapai dan kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah desa tetap terjaga. (rel)






