KUTACANE KRIMINAL24.COM -Pemerintah kabupaten Aceh Tenggara melalui Dinas Koperasi UMKM dan Transmigrasi menggelar pelatihan peningkatan dan pemahaman sertifikasi Halal dan BPOM bagi pelaku UMKM angkatan kedua.
Sekda Agara Yusrizal.ST mengajak pelaku UMKM untuk menjadikan PON XXI Aceh -Sumut sebagai peluang pengembangan usaha di Aceh tenggara
Hal itu disampaikan Sekretaris Daerah (Sekda) Aceh Tenggara Yusrizal saat membuka pelatihan peningkatan dan pemahaman sertifikasi halal dan BPOM bagi pelaku UMKM,di aula hotel Maron, Kecamatan Babusalam, Senin 19 Agustus 2024

Dalam pelatihan tersebut Yusrizal menjelaskan, untuk peningkatan pemahaman dan pengetahuan UMKM bagi pelaku UMKM ini merupakan salah satu langkah strategis dalam meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap potensi dan kekayaan daerah dengan menggali dan mempromosikan produk inovatif dan kreatifitas berbasis sumber daya lokal yang bersifat khas daerah yang mempunyai sertifikasi halal, Izin BPOM dan Produksi Pangan Olahan Industri Rumah Tangga (P-IRT.).
” Kami minta Dinas Koperasi UMKM dan Transmigrasi Agara untuk melakukan pembinaan dan pengembangan UMKM tidak hanya disini saja akan tetapi dilakukan secara berkelanjutan dengan berbagai strategi. Salah satunya melalui pelatihan kewirausahaan ini supaya melahirkan para wirausahawan yang mampu menghasilkan produk berkualitas dan dapat bersaing di pasar nasional maupun global,” kata Yusrizal dalam sambutannya, Senin 19 Agustus 2024
Yusrizal mengatakan kegiatan yang dilaksanakan ini tentunya sejalan dengan visi pemerintah daerah, melalui misi menumbuh kembangkan perekonomian rakyat menunju kedaulatan sumber daya alam yang berkarakter.
” Saya berharap ada laporan pasca dari pelatihan ini untuk pelaku UMKM yang sudah mendapatkan BPOM, Sertifikat Halal dan juga P-IRT,” cetusnya.
Yusrizal menambahkan, bahwa kedepannya Aceh Tenggara sebagai tuan rumah Venue Cabor Arung Jeram pada pelaksanaan PON XXI Aceh -Sumut, tentunya banyak tamu yang hadir. Hal ini adalah sebuah kesempatan bagi pelaku UMKM untuk mempromosikan produk yang mereka produksi dengan produk jual harus memiliki sertifikat halal, BPOM dan P-IRT.
” Kami berharap para peserta pelatihan untuk meningkatkan pemahaman dan pengetahuan mengenai produk dari UMKM, sehingga memiliki output yang jelas dan nantinya akan mendapatkan Sertifikat halal dari produk yang diproduksi serta menjadikan peluang pengembangan usaha pada PON XXI mendatang,” harapnya.
Diketahui kegiatan yang digelar Dinas Koperasi UMKM dan Transmigrasi Agara ini dilaksanakan dengan tiga angkatan, untuk angkatan pertama sudah dilatih pada Senin 12 Agustus 2024 kemarin. Sedangkan hari ini berlangsung angkatan kedua dari ketiga angkatan yang dilatih selama tiga hari. Kemudian dalam satu angkatan memiliki 30 peserta para pelaku UMKM tersebut
Laporan Salihan Beruh








































