LSM LIRA Desak Kapolda Aceh Usut Dugaan “Tangkap Lepas” Bandar Narkoba oleh Oknum Polres Aceh Tenggara

KRIMINAL 24

- Team

Minggu, 19 Oktober 2025 - 17:06

40370 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Aceh Tenggara  — Lembaga Swadaya Masyarakat Lumbung Informasi Rakyat (LSM LIRA) Aceh Tenggara mendesak Kapolda Aceh untuk mengusut tuntas dugaan praktik “tangkap lepas” terhadap seorang bandar narkoba berinisial AW yang disebut-sebut dilakukan oleh oknum anggota Satresnarkoba Polres Aceh Tenggara di Medan, Sumatera Utara.

Bupati LSM LIRA Aceh Tenggara, Fazriansyah, menyatakan bahwa dugaan pelepasan tersangka narkoba tanpa proses hukum yang sah bukan hanya mencoreng nama baik kepolisian, tetapi juga dapat dikategorikan sebagai tindak pidana penyalahgunaan wewenang.

“Kalau informasi ini benar, maka kasus ini sudah sangat serius. Tidak hanya soal etik, tapi sudah masuk ranah hukum. Dugaan ini harus ditindaklanjuti oleh Kapolda Aceh secara terbuka,” kata Fazriansyah dalam keterangan tertulis, Minggu (19/10).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ia menjelaskan, tindakan dugaan “tangkap lepas” dapat dikenai Pasal 421 KUHP tentang penyalahgunaan kekuasaan oleh pejabat yang melakukan tindakan melawan hukum. Selain itu, tindakan tersebut juga bertentangan dengan Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2002 tentang Kepolisian Republik Indonesia dan Peraturan Kapolri Nomor 14 Tahun 2011 tentang Kode Etik Profesi Polri.

“Kalau aparat penegak hukum saja bermain dengan bandar narkoba, bagaimana publik bisa percaya pada sistem penegakan hukum kita?” ujarnya.

Fazriansyah menyebut pihaknya menerima laporan bahwa AW sempat ditangkap dengan barang bukti di kawasan Medan oleh oknum polisi dari Polres Agara, namun kemudian dilepaskan tanpa melalui proses hukum yang sah.

Karena itu, LSM LIRA mendesak Divisi Propam dan Inspektorat Pengawasan Daerah (Irwasda) Polda Aceh untuk segera turun tangan dan membentuk tim investigasi guna mengusut keterlibatan oknum aparat yang terlibat.

“Propam dan Irwasda harus segera melakukan langkah konkret, periksa siapa yang bertanggung jawab dan siapa yang memerintahkan pelepasan itu. Tidak boleh ada yang ditutup-tutupi,” tegas Fazriansyah.

Selain itu, LIRA juga menyatakan siap mengadukan dugaan pelanggaran ini ke Mabes Polri dan Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) jika di tingkat Polda tidak ada tindakan tegas yang diambil.

“Ini bukan hanya soal satu orang dilepas, tapi soal nama baik institusi dan komitmen negara dalam pemberantasan narkoba. Harus ada kejelasan, dan kami akan terus kawal,” katanya.

CNN Indonesia telah menghubungi pihak Polres Aceh Tenggara untuk meminta konfirmasi, namun hingga berita ini diturunkan belum ada keterangan resmi yang diberikan. Sementara itu, desakan dari masyarakat dan aktivis lokal agar kasus ini segera dibuka ke publik terus mengemuka.

Dugaan praktik “tangkap lepas” terhadap pelaku tindak pidana narkoba bukan hanya mencederai proses hukum, tetapi juga dikhawatirkan dapat memperkuat jaringan peredaran narkotika di tingkat daerah. Pemerintah dan aparat penegak hukum pun didesak untuk menjadikan kasus ini sebagai momentum menegaskan komitmen dalam membersihkan institusi dari oknum yang diduga bermain di belakang layar. (TIM)

Berita Terkait

Ketegangan Sosial Meningkat, Pemerintah Diminta Bertindak Tegas Atas Penambangan Galian C di Kali Alas
Tak Hanya Menindak, Polres Aceh Tenggara Dorong Pemulihan 19 Penyalahguna Narkotika
Menyapa Harapan di Ruang Operasi, Kapolres Aceh Tenggara Tinjau Langsung Operasi Bibir Sumbing dan Celah Langit-Langit
Wujud Kepedulian Polri, Kapolres Aceh Tenggara Salurkan Bantuan Kapolda Aceh kepada Warga Desa Mendabe
Sentuhan Kasih untuk Sesama, Bantuan Kapolda Aceh Tiba di Tangan Warga yang Membutuhkan
Kejaksaan Negeri Aceh Tenggara Jadi Sorotan atas Dugaan Penyimpangan Dana Desa Bukit Meriah
Samsudin Tajmal Desak Polda Aceh Tangkap Pelaku dan Aktor Intelektual Spanduk Provokatif yang Rusak Demokrasi Lokal
Saat Spanduk Fitnah Menjadi Senjata, Runtuhkah Demokrasi dan Nama Baik Aceh Tenggara?

Berita Terkait

Selasa, 20 Oktober 2026 - 00:13

PPWI Ogan Ilir Resmi Laporkan Dugaan Setoran Kepala Sekolah Ke Polda Sumsel

Selasa, 20 Oktober 2026 - 00:05

PPWI Ogan Ilir Sambangi Polda Sumsel, Fidiel Castro: Kebenaran Harus Diungkap, Jangan Biarkan Fitnah Berlarut!

Jumat, 16 Oktober 2026 - 19:15

Modus Suara Mirip dan Foto WhatsApp, Gubernur Kaltara Imbau Waspadai Penipuan Siber Lintas Wilayah

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 19:17

Polres Simalungun Gencar Tebar Stiker Nomor Darurat hingga Pelosok Wisata Parapat, Antisipasi Cuaca Ekstrem Danau Toba

Rabu, 7 Oktober 2026 - 01:08

KAKI Jatim Puji Langkah Kapolri Hadir di Tengah Aksi dan Dengarkan Aspirasi Buruh

Minggu, 4 Oktober 2026 - 08:11

Rahmawati Zainal: Komisi VII DPR Targetkan Kuota Tenaga Kerja Lokal Minimum 90 Persen dalam RUU Kawasan Industri

Minggu, 4 Oktober 2026 - 08:09

HUT ke-27 Kabupaten Nunukan: Gubernur Zainal Paliwang Tekankan Pentingnya Identitas Bangsa di Perbatasan

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 22:25

KAKI Jatim: Kapolri Jenderal Suyudi Ario Seto Tunjuk Irjenpol Dekananto Eko Purnomo Sebagai Kapolda Jawa Timur

Berita Terbaru