Ketua Umum Formades Sindir Kades Tading Ni Ulihi: Kalau Tak Mau Dikritik, Jangan Kelola Dana Desa

KRIMINAL 24

- Team

Minggu, 25 Mei 2025 - 08:05

40285 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kutacane | Dugaan pelaporan Ketua DPC Forum Membangun Desa (Formades) Aceh Tenggara ke aparat penegak hukum oleh oknum Kepala Desa Tading Ni Ulihi, Kecamatan Deleng Pokhisen, memicu reaksi keras dari Ketua Umum Formades, Junaidi Farhan. Ia menilai tindakan kepala desa tersebut sebagai bentuk kepanikan yang justru mengindikasikan ketidaksiapan menerima pengawasan publik.

Menurut Junaidi, laporan tersebut justru memperkuat dugaan bahwa ada yang ingin menghindar dari sorotan atas penggunaan Dana Desa. Padahal, kata dia, kontrol sosial adalah bagian dari sistem demokrasi yang dilindungi oleh undang-undang.

“Jika kepala desa merasa terganggu dengan fungsi kontrol sosial, itu pertanda buruk bagi akuntabilitas. Dana Desa adalah uang publik, bukan milik pribadi. Maka setiap orang punya hak untuk mengawasi, termasuk lembaga seperti Formades,” tegasnya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Formades, tambah Junaidi, bukan lembaga abal-abal. Mereka menerima berbagai laporan masyarakat yang disertai dokumen atau informasi awal terkait dugaan penyimpangan dalam pembangunan desa. Salah satunya menyasar proyek-proyek di Desa Tading Ni Ulihi, yang oleh warga setempat dicurigai menyimpang dari aturan pelaksanaan.

Namun alih-alih membuka diri terhadap klarifikasi dan transparansi, oknum kades justru mengambil langkah melaporkan aktivis pengawas ke aparat hukum. Bagi Junaidi, ini adalah upaya untuk membungkam suara kritis.

“Kalau tidak ada yang disembunyikan, mengapa buru-buru lapor ke aparat? Kenapa tidak buka data pembangunan di hadapan publik saja? Justru sekarang masyarakat bertanya-tanya, ada apa sebenarnya di balik sikap defensif seperti itu,” ujar Junaidi.

Ia pun mengimbau seluruh pengurus DPC Formades di Aceh Tenggara untuk tidak gentar menghadapi tekanan. Menurutnya, tugas utama organisasi adalah mengawal agar Dana Desa benar-benar digunakan untuk pembangunan dan kesejahteraan masyarakat, bukan untuk memperkaya kelompok tertentu.

Formades, kata dia, akan terus mendukung warga yang aktif melaporkan dugaan penyelewengan. Bahkan jika diperlukan, mereka siap membawa data-data temuan ke ranah hukum agar diproses sesuai aturan yang berlaku.

“Saya tegaskan kepada seluruh pengurus dan masyarakat, jangan takut. Kawal terus Dana Desa di lingkungan masing-masing. Jika ada penyimpangan, laporkan. Dan pastikan laporan itu terus dikawal sampai tuntas,” katanya.

Junaidi juga menyampaikan bahwa peran serta masyarakat sangat dibutuhkan dalam mengawasi perencanaan hingga pelaksanaan program desa. Ia mengajak publik untuk tidak diam, karena diam hanya akan memberi ruang bagi penyalahgunaan.

“Bagi kepala desa, jika tidak siap dikritik, maka jangan pegang uang negara. Dana Desa itu bukan warisan. Itu uang rakyat. Dan setiap rupiahnya wajib dipertanggungjawabkan secara terbuka,” pungkas Junaidi. (TIM)

Berita Terkait

Tak Hanya Menindak, Polres Aceh Tenggara Dorong Pemulihan 19 Penyalahguna Narkotika
Menyapa Harapan di Ruang Operasi, Kapolres Aceh Tenggara Tinjau Langsung Operasi Bibir Sumbing dan Celah Langit-Langit
Wujud Kepedulian Polri, Kapolres Aceh Tenggara Salurkan Bantuan Kapolda Aceh kepada Warga Desa Mendabe
Sentuhan Kasih untuk Sesama, Bantuan Kapolda Aceh Tiba di Tangan Warga yang Membutuhkan
Kejaksaan Negeri Aceh Tenggara Jadi Sorotan atas Dugaan Penyimpangan Dana Desa Bukit Meriah
Samsudin Tajmal Desak Polda Aceh Tangkap Pelaku dan Aktor Intelektual Spanduk Provokatif yang Rusak Demokrasi Lokal
Saat Spanduk Fitnah Menjadi Senjata, Runtuhkah Demokrasi dan Nama Baik Aceh Tenggara?
PeTA Aceh Tenggara Temukan Dugaan Skenario Politik Terselubung di Balik Penyebaran Spanduk Fitnah Bupati

Berita Terkait

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 04:01

Buronan Sabu 98 Kilogram Ditangkap BNN Saat Jalani Sedot Lemak di Salon Kecantikan

Selasa, 16 Juni 2026 - 19:25

Respons Narasi Provokatif terhadap Presiden Prabowo, PP GP Al Washliyah Rilis 4 Pernyataan Sikap

Senin, 15 Juni 2026 - 04:59

Profesor Sutan Nasomal Acungi Jempol Atas Upaya Presiden Prabowo Menekan Berkembangbiak Tikus Ekonomi Grogoti Jalur Eksport Import !!

Senin, 15 Juni 2026 - 04:49

Prof Dr Sutan Nasomal Meminta Presiden RI Tetapkan Hukuman Mati Bagi LGBT

Kamis, 11 Juni 2026 - 16:49

AHY Tak Pernah Minta Bantuan Sony Sonjaya, DPP LPPI Minta Publik Tidak Terprovokasi

Selasa, 9 Juni 2026 - 19:53

Samsuri Calon Presiden RI 2029, Idola Rakyat Indonesia

Selasa, 19 Mei 2026 - 14:19

Himlab Raya Jakarta: Bupati Labusel Layak Diakui sebagai Pemimpin yang Dekat dengan Masyarakat

Selasa, 19 Mei 2026 - 10:01

Seminggu Tanpa Respon, DPP IWO Indonesia Desak Kasatpol PP DKI Jakarta Buka Ruang Dialog Terkait Sengketa Lahan Gudang Cakung

Berita Terbaru

DAERAH

Camat Kresek Jemput Aspirasi, Sapa Warga Sondol

Sabtu, 22 Agu 2026 - 23:00