TAKALAR – kriminal24.com|Bel sekolah SMP Negeri 3 Polut, Desa Ko’mara, Kamis pagi (23/4/2026) bukan tanda masuk kelas. Pukul 07.30 Wita, bel itu justru jadi aba-aba 230 orang serentak angkat sapu dan parang. Dipimpin langsung Danramil 1426-01/Polut Kapten Inf Ashar, S.Pd., halaman sekolah berubah jadi “kelas terbuka” pelajaran paling penting: gotong royong.
Di barisan itu ada Kades Ko’mara Ruslam Adiputra, S.T., Bhabinkamtibmas Brigpol Firman Syarif, Kepsek Ahsan, S.Pd., seluruh personel Koramil, para guru, ratusan murid berseragam, hingga 10 warga yang ikut terpanggil.
“Alhamdulillah kita sehat semua. Hari ini kita belajar kerja ikhlas. Sekolah bersih itu ibadah. Kalian sapu halaman, sama pahalanya dengan belajar di kelas,” pesan Kapten Ashar ke para siswa sebelum kerja dimulai.
Pelajaran itu langsung dipraktikkan. Siswi-siswi sibuk pungut sampah plastik. Siswa laki-laki babat rumput setinggi lutut. Anggota TNI angkat sampah dari got. Guru-guru tak mau kalah, ikut nyabit pinggir jalan. Dua jam kemudian, 100 meter lingkungan sekolah berubah wajah: dari rimbun jadi kinclong.
“Ini ajarkan anak-anak 3 hal sekaligus: kekeluargaan, kerja sama, dan peduli lingkungan. Buku bisa dibaca, tapi sikap bersih harus dicontohkan,” tegas Kapten Ashar.
Kepsek SMPN 3 Polut, Ahsan, S.Pd., mengaku terharu. “Anak-anak semangat sekali karena ada Pak Danramil dan TNI. Biasanya disuruh bersih-bersih susah. Sekarang mereka yang minta duluan pegang sapu,” ujarnya sambil senyum.
Pukul 09.30 Wita, “jam pelajaran” usai. Tidak ada PR, tidak ada nilai di rapor. Tapi 230 orang pulang bawa satu hal: bangga karena sekolahnya bersih oleh tangan mereka sendiri. *(Pendim 1426)*






