Pengerjaan Proyek RR Rehabilitasi dan Rekontruksi Hibah BNPB Pusat Diduga Asal jadi

KRIMINAL 24

- Team

Kamis, 30 November 2023 - 14:58

40451 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

ACEH TENGGARA KRIMINAL24.COM –Sebanyak delapan paket proyek fisik tanggul penahan tebing Sungai Lawe Alas dan Sungai Lawe Bulan kabupaten Aceh Tenggara (Agara) nilainya mencapai Rp 22 Miliar pengetahuannya diduga asal jadi.

Berdasarkan hasil penelusuran kriminal24.Com pada Kamis 30 November 2023 terlihat proyek yang sudah selesai dikerjakan rekanan itu saat ini sebagian kondisi bangunan tembok nya sudah ada yang retak parah dan ambruk.
Sehingga beberapa kalangan menilai bahwa pengerjaannya diduga tidak sesuai dengan spesifikasi teknis.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kondisi proyek itu terjadi desa Pulo Peding kecamatan Lawe Bulan, yang di kerjakan oleh CV Karya Nusantara dan desa Jongar Cingkam penyeberangan kecamatan Ketambe.

Menanggapi buruknya kualitas pengerjaan proyek tersebut, ketua karang taruna kabupaten Aceh Tenggara, Awaludin SE angkat bicara dirinya sangat menyayangkan rendahnya kualitas pengerjaan proyek yang mengakibatkan terjadinya potensi korupsi dengan meraup keuntungan secara pribadi maupun kelompok dan golongan tertentu.

Seharusnya proyek fisik tersebut harus dikerjakan sesuai dengan spesifikasi teknis untuk menahan derasnya arus sungai Lawe alas dan sungai Lawe bulan ketika musim penghujan. Sehingga tidak lagi banjir terhadap pemukiman warga dan lahan pertanian masyarakat setempat. Ujarnya

Akan tetapi pada faktanya kita melihat tidak seperti itu. Karena beberapa lokasi proyek yang sudah di kerjakan rekanan itu terlihat asal jadi. Karena baru beberapa bulan usai dikerjakan tapi kondisi bangunan tembok proyek RR sudah ada yang retak parah bahkan ambruk.

Selain itu Awaludin menuding bahwa proyek tersebut juga tercium sebagai ajang ajang bisnis sejumlah oknum pejabat tertentu. Pasalnya pekerjaan proyek Rehabilitasi dan Rekonstruksi (RR) banyak menggunakan CV atau perusahaan gelap atau numpang nama saja.
Sebab yang mengerjakan proyek itu ada sejumlah oknum yang bermain di balik layar.

Hal yang sama juga disebutkan ketua Lsm Gerakan Pemuda dan Mahasiswa Aceh Tenggara (Gepmat Agara), Faisal Kadri Dube S Sos, dia mengatakan mengendus terkait pengerjaan paket proyek RR hibah BNPB Pusat itu banyak diperjualbelikan hingga 20 persen dari pagu anggaran yang sudah ditetapkan. Kemudian modusnya pihak yang punya perusahaan (CV) hanya numpang nama saja. Kita juga minta kepada Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) yang merupakan lembaga central yang mengkoordinasikan pelaksanaan upaya pencegahan dan pemberantasan tindak pidana pencucian uang supaya dapat menyelidiki rekening yang punya perusahaan atau CV.

Sebab kita yakin uang proyek tersebut tidak mengendap di rekening yang punya perusahaan akan tetapi mengalir kepada oknum pejabat pejabat yang bermain dibelakang layar.

Selain itu kita juga mendorong Aparat Penegak Hukum khususnya Polda Aceh untuk secepatnya bisa melidik setiap titik lokasi pekerjaan proyek RR, karena kualitas pengerjaan proyek tersebut diduga tidak sesuai dengan spesifikasi teknis.Tegas Faisal kadrin Dube.

“Ya selain adanya praktek dugaan jual beli proyek, juga kualitas pengerjaan proyek yang terdapat delapan titik lokasi di wilayah Sungai Lawe Alas dan  Sungai Lawe Bulan sangat diragukan. Karena sebagian bangunan proyek saat ini kondisinya sudah retak dan ambruk disebabkan karena saat pengerjaan proyek pihak terkait seperti konsultan pengawas dan PPK dan KPA tidak menjalankan tugas nya sesuai dengan SOP

(Dewan Redaksi Salihan)

Berita Terkait

Ketegangan Sosial Meningkat, Pemerintah Diminta Bertindak Tegas Atas Penambangan Galian C di Kali Alas
Tak Hanya Menindak, Polres Aceh Tenggara Dorong Pemulihan 19 Penyalahguna Narkotika
Menyapa Harapan di Ruang Operasi, Kapolres Aceh Tenggara Tinjau Langsung Operasi Bibir Sumbing dan Celah Langit-Langit
Wujud Kepedulian Polri, Kapolres Aceh Tenggara Salurkan Bantuan Kapolda Aceh kepada Warga Desa Mendabe
Sentuhan Kasih untuk Sesama, Bantuan Kapolda Aceh Tiba di Tangan Warga yang Membutuhkan
Kejaksaan Negeri Aceh Tenggara Jadi Sorotan atas Dugaan Penyimpangan Dana Desa Bukit Meriah
Samsudin Tajmal Desak Polda Aceh Tangkap Pelaku dan Aktor Intelektual Spanduk Provokatif yang Rusak Demokrasi Lokal
Saat Spanduk Fitnah Menjadi Senjata, Runtuhkah Demokrasi dan Nama Baik Aceh Tenggara?

Berita Terkait

Selasa, 20 Oktober 2026 - 00:13

PPWI Ogan Ilir Resmi Laporkan Dugaan Setoran Kepala Sekolah Ke Polda Sumsel

Senin, 19 Oktober 2026 - 08:06

Dugaan Pembagian Wilayah Korlap Narkoba Langkat Mencuat, Stabat Hingga Secanggang Harus Diusut!

Jumat, 16 Oktober 2026 - 19:15

Modus Suara Mirip dan Foto WhatsApp, Gubernur Kaltara Imbau Waspadai Penipuan Siber Lintas Wilayah

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 19:17

Polres Simalungun Gencar Tebar Stiker Nomor Darurat hingga Pelosok Wisata Parapat, Antisipasi Cuaca Ekstrem Danau Toba

Rabu, 7 Oktober 2026 - 01:08

KAKI Jatim Puji Langkah Kapolri Hadir di Tengah Aksi dan Dengarkan Aspirasi Buruh

Minggu, 4 Oktober 2026 - 08:11

Rahmawati Zainal: Komisi VII DPR Targetkan Kuota Tenaga Kerja Lokal Minimum 90 Persen dalam RUU Kawasan Industri

Minggu, 4 Oktober 2026 - 08:09

HUT ke-27 Kabupaten Nunukan: Gubernur Zainal Paliwang Tekankan Pentingnya Identitas Bangsa di Perbatasan

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 22:25

KAKI Jatim: Kapolri Jenderal Suyudi Ario Seto Tunjuk Irjenpol Dekananto Eko Purnomo Sebagai Kapolda Jawa Timur

Berita Terbaru