SURABAYA, 19 September 2026 – Aksi unjuk rasa yang digelar oleh Aliansi Pemuda dan Mahasiswa Peduli Jawa Timur (APMP Jatim) mewarnai pusat kota Surabaya hari ini. Massa melakukan demonstrasi di dua titik krusial, yakni di depan kantor pusat Bank Jatim di Jalan Basuki Rahmat serta di area Gedung Negara Grahadi, Jalan Gubernur Suryo, guna mendesak transparansi tata kelola bank daerah tersebut.
Dalam aksinya, para pengunjuk rasa melontarkan kritik tajam terkait dugaan bobroknya tata kelola dan kinerja Bank Jatim. Salah satu poin tuntutan utama yang disampaikan adalah desakan untuk segera digelarnya Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB). Massa menuntut agenda evaluasi menyeluruh terhadap jajaran direksi dan dewan komisaris yang dianggap tidak mampu menjalankan tugas dengan baik. Lebih lanjut, massa menyoroti adanya dugaan masalah perbankan yang diklaim memiliki nilai fantastis, mencapai Rp596 miliar. Angka tersebut menjadi sorotan utama dalam tuntutan mereka sebagai bentuk ketidakpuasan terhadap manajemen perbankan pelat merah itu.
Aksi yang dikawal ketat oleh personel dari Polrestabes Surabaya di bawah komando Kapolsek Genteng, Kompol Mulia Sugiharto, berlangsung dalam situasi yang tetap terkendali. Pihak kepolisian memastikan bahwa kegiatan penyampaian aspirasi tersebut berjalan tertib tanpa mengganggu arus lalu lintas maupun aktivitas warga sekitar. Meskipun pihak kepolisian hadir untuk menjamin keamanan, tuntutan massa tetap konsisten agar permasalahan yang mereka bawa segera mendapatkan pembuktian dan penjelasan konkret dari pihak terkait.
Hingga massa membubarkan diri, belum ada tanggapan resmi dari pihak manajemen Bank Jatim maupun otoritas terkait mengenai angka dugaan kerugian atau tuntutan RUPSLB tersebut. Aparat kepolisian menegaskan bahwa pengamanan ini dilakukan sebagai wujud pelayanan negara dalam memberikan ruang demokrasi bagi masyarakat untuk menyampaikan aspirasi secara aman dan bertanggung jawab. (*)

























