Medan — Sosok sederhana namun penuh dedikasi itu setiap hari berdiri tegak di gerbang SMAN 3 Medan. Dialah Tengku Syahrul Efendi, petugas keamanan (satpam) yang dikenal luas oleh guru, siswa, dan orang tua sebagai figur siap siaga, ramah, dan bertanggung jawab dalam menjalankan tugasnya.
Sejak pagi buta hingga jam pulang sekolah,
Tengku Syahrul Efendi tak pernah absen mengawasi setiap sudut sekolah. Dengan seragam rapi dan sikap disiplin, ia memastikan lingkungan SMAN 3 Medan tetap aman, tertib, dan kondusif bagi proses belajar mengajar.
Mulai dari mengatur lalu lintas di depan sekolah, membantu siswa menyeberang jalan, hingga memastikan tamu yang masuk tercatat dengan baik, semua dijalankannya dengan penuh kesungguhan.
Tak hanya bertugas menjaga keamanan, Tengku Syahrul Efendi juga dikenal memiliki kepedulian tinggi terhadap siswa. Ia kerap menegur dengan santun bila melihat pelajar melanggar aturan, sekaligus memberi arahan yang menyejukkan.
Dalam situasi darurat atau cuaca ekstrem, ia selalu berada di garis depan, memastikan keselamatan seluruh warga sekolah menjadi prioritas utama.
Para guru menilai kehadiran Tengku Syahrul Efendi sebagai benteng pertama keamanan sekolah.
Sikap sigap dan kewaspadaannya membuat SMAN 3 Medan terhindar dari berbagai potensi gangguan keamanan. Bahkan, ia sering kali menjadi tempat bertanya bagi orang tua dan tamu yang datang karena keramahannya yang khas.
“Keamanan sekolah bukan sekadar tugas, tapi amanah,” ungkap Tengku Syahrul Efendi dalam kesehariannya.
Prinsip inilah yang dipegang teguh dalam setiap langkah pengabdiannya.
Dedikasi Tengku Syahrul Efendi membuktikan bahwa peran satpam bukan hanya penjaga gerbang, melainkan penjaga kenyamanan dan ketenangan dunia pendidikan.
Di balik kesuksesan dan prestasi SMAN3 Medan, ada sosok-sosok pengabdian tulus seperti dirinya yang bekerja dalam senyap, namun memberi dampak besar bagi seluruh warga sekolah.(red)








































