Medan —
Aksi kemanusiaan keluarga besar Proklamator Kemerdekaan RI kembali berlanjut di lapangan.
Putri Wakil Presiden Pertama Republik Indonesia, Halida Nuriah Hatta, tidak hanya menyiapkan bantuan dari Medan, tetapi turun langsung ke tenda-tenda pengungsian untuk memastikan bantuan benar-benar sampai dan sesuai kebutuhan para korban banjir bandang di Kabupaten Aceh Tamiang.
Didampingi putrinya, Gustika Jusuf Hatta, Halida meninjau kondisi pengungsi, berdialog dengan warga terdampak, serta menyaksikan langsung situasi tempat tinggal sementara yang dihuni ratusan keluarga pascabencana.
Ia terlihat menyusuri deretan tenda darurat, menyapa para ibu, anak-anak, hingga lansia yang masih bertahan dalam keterbatasan.
Di lokasi pengungsian, Halida secara langsung menyerahkan bantuan kebutuhan dasar, mulai dari perlengkapan ibadah, kebutuhan mandi dan sanitasi, pakaian dalam, hingga perlengkapan bayi.
Bantuan tersebut difokuskan untuk warga di wilayah terdampak parah, di antaranya Kota Lintang Bawah, Menggini Karang Baru, Suka Jadi Karang Baru, dan Kampung Kota Kuala Simpang.
Tanpa pengawalan berlebihan, Halida tampak membaur bersama para pengungsi.
Ia bahkan beberapa kali terlihat berhenti cukup lama di tenda warga untuk mendengarkan keluhan dan kebutuhan mendesak yang masih belum terpenuhi.
“Kami ingin melihat langsung kondisi saudara-saudara kita. Bantuan bukan hanya soal barang, tapi kehadiran dan kepedulian,” ujar Halida di sela peninjauan.
Langkah tersebut mendapat apresiasi luas dari relawan dan masyarakat setempat.
Menurut Erwinsyah JZ 02 AUE dan Juli Hartati kehadiran langsung Putri Proklamator RI memberi dampak psikologis yang besar bagi para korban.
“Beliau datang, melihat, dan menyentuh langsung realitas di lapangan. Ini bukan seremonial. Kehadiran beliau memberi semangat dan harapan bagi para korban,” ujarnya.
Erwinsyah menambahkan, bantuan lanjutan akan terus dikonsolidasikan untuk memastikan kebutuhan mendesak pengungsi terpenuhi, terutama bagi kelompok rentan seperti anak-anak, ibu hamil, dan lansia.
Aksi kemanusiaan Halida Nuriah Hatta ini menjadi cerminan nyata bahwa nilai-nilai kepedulian, empati, dan gotong royong yang diwariskan para pendiri bangsa masih hidup dan diwujudkan melalui tindakan langsung di tengah masyarakat yang sedang tertimpa musibah.(AVID)








































