Kebakaran Pabrik PGT PMI di Gayo Lues: Kebocoran Limbah Getah Picu Api di Tengah Minimnya Sistem Pengamanan?

KRIMINAL 24

- Team

Rabu, 13 November 2024 - 03:07

40467 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gayo Lues – Sebuah kebakaran melanda pabrik pengolahan getah pinus milik PGT Pinus Makmur Indonesia, yang merupakan afiliasi PT Krisna Sapta Abadi, di Desa Tungel Baru, Kecamatan Rikit Gaib, Kabupaten Gayo Lues, Aceh, pada Sabtu (9/11/2024).

Peristiwa ini memicu perhatian publik lantaran indikasi minimnya sistem pengamanan di area industri tersebut, khususnya dalam menangani potensi kebocoran limbah yang memicu kebakaran.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kesaksian Warga dan Petugas Desa Tungel Baru

Kebakaran mulai diketahui oleh warga Desa Tungel Baru, yang melaporkan adanya asap tebal dari area pabrik pada sore hari. Menyadari potensi bahaya lebih besar, satu unit mobil pemadam kebakaran dari Kecamatan Rikit Gaib segera dikerahkan. Warga setempat juga turut membantu, bersama dengan personel Polsek Rikit Gaib dan Koramil Rikit Gaib.

Kepala Desa Tungel Baru, dalam konfirmasi dengan Tim Investigasi Timelines Inews Investigasi (TLii), mengungkapkan bahwa kebakaran ini diduga kuat disebabkan oleh kebocoran pada pipa aliran limbah getah pinus. “Kebocoran pipa itu memicu api, dan seluruh limbah langsung terbakar habis,” jelasnya. Meski demikian, ia memastikan bahwa tidak ada korban jiwa atau kerugian material besar yang diderita pabrik.

Minimnya Sistem Keamanan dan Pengawasan?

Peristiwa ini menyoroti dugaan kurangnya upaya pengamanan di fasilitas tersebut. Berdasarkan pemantauan Tim TLii, tidak tampak adanya sistem pengendalian atau pemadam api otomatis di pabrik tersebut. Sumber dalam tim pemadam kebakaran setempat, yang tidak ingin disebutkan namanya, mengungkapkan bahwa sistem pencegahan kebakaran di pabrik tampak kurang memadai, padahal risiko kebakaran dari bahan seperti getah pinus cukup tinggi.

Upaya Konfirmasi ke Manajemen Pabrik

Sampai saat ini, Tim TLii telah berusaha menghubungi manajemen PGT Pinus Makmur Indonesia untuk mengonfirmasi penyebab kebakaran serta klarifikasi terkait sistem pengamanan di pabrik. Namun, belum ada tanggapan resmi dari pihak pabrik.

Beberapa sumber menyebutkan bahwa kondisi pipa-pipa di pabrik tersebut sudah lama digunakan, namun perawatan yang seharusnya dilakukan untuk mencegah insiden tampak tidak dilakukan dengan semestinya.

Kasat Reskrim Polres Gayo Lues, Iptu M. Abidinsyah, yang dikonfirmasi Tim TLii, membenarkan kejadian kebakaran ini, situasi terkendali dan tidak ada korban jiwa atau kerugian material besar.

Kebakaran di pabrik PGT Pinus Makmur Indonesia di Gayo Lues menimbulkan tanda tanya besar terkait standar keselamatan dan pengelolaan limbah di industri pengolahan getah pinus di Aceh. Akankah manajemen perusahaan memberikan jawaban terkait standar pengamanan mereka, atau justru membiarkan kondisi tanpa pembenahan?

Potensi bahaya di masa mendatang cukup nyata mengingat limbah getah pinus merupakan bahan yang mudah terbakar. Proses pengolahan getah juga menghasilkan sisa limbah kimia yang jika tidak dikelola dengan baik, dapat membahayakan lingkungan sekitar dan kesehatan masyarakat. Tanpa sistem pengelolaan limbah yang ketat, kebocoran limbah berisiko menimbulkan insiden serupa atau bahkan kebakaran yang lebih besar.

Pengawasan Industri oleh Pemerintah Daerah Dipertanyakan

Kejadian ini memunculkan pertanyaan serius mengenai pengawasan dari instansi pemerintah daerah terhadap pabrik-pabrik pengolahan di Gayo Lues.

Belum ada pernyataan resmi terkait izin dan pengawasan terhadap limbah industri di pabrik tersebut dari Dinas Lingkungan Hidup dan Dinas Perindustrian setempat.

Minimnya pengawasan yang dilakukan pemerintah terhadap pengelolaan limbah industri. masih ada beberapa pabrik di kawasan Industri di Kecamatan Rikit Gaib Kabupaten Gayo Lues yang tidak memenuhi standar keselamatan lingkungan. “Pengelolaan limbah menjadi PR besar di daerah ini, terutama karena pemerintah masih kurang tegas dalam memberikan sanksi atau teguran kepada industri yang melanggar standar keamanan,” ujarnya.

Kebakaran ini seakan menjadi alarm peringatan bagi perusahaan Getah Pinus lainnya untuk segera melakukan audit keselamatan, serta bagi pemerintah daerah untuk mengevaluasi pengawasan industri. Insiden ini bukan hanya soal api yang padam, namun juga soal keselamatan lingkungan dan tanggung jawab industri terhadap masyarakat sekitar. Akankah langkah konkrit segera dilakukan, atau justru ini menjadi peristiwa yang berlalu tanpa tindakan nyata? (Tim)

Berita Terkait

Ardian Tantang Leasing SMS Belang Kejeren di Gayo Lues: Tunjukkan Dasar Hukum Penarikan Mobil Saya!
Penyedia Jasa Mengeluh, Pembayaran Sewa Alat Berat Pascabencana di Gayo Lues Tersendat
Akses ke Blangkejeren Terganggu, Polri Hadir Berikan Pelayanan dan Bantuan kepada Warga
Kapolres Gayo Lues Pimpin Sertijab Sejumlah Pejabat Utama, Tekankan Peningkatan Pelayanan kepada Masyarakat
Produksi Ilegal PT Hopson Berulang Kali Terjadi di Gayo Lues, Di Mana Pengawasan yang Dijanjikan?
Warga Putri Betung Diterkam Harimau Saat Bekerja di Kebun, Kapolsek Imbau Masyarakat Tingkatkan Kewaspadaan
LIRA Desak Penegakan Hukum atas PT Rosin: Tidak Ada Negara di Atas Negara
Gerakan Kebangsaan: Survei Sanksi Adalah Perintah Negara, Bukan Sekedar Ritual Administrasi untuk PT Rosin

Berita Terkait

Sabtu, 5 September 2026 - 13:06

Baru Seumur Jagung, Aroma Tak Sedap Tercium di RS SIM Nagan Raya: Rapat Tertutup dan Dana Pending Miliaran Dipertanyakan

Jumat, 14 Juni 2024 - 21:52

Pengadilan Tinggi Perberat Hukuman Keuchik Krung Seumayam Nagan Raya

Jumat, 17 Mei 2024 - 12:00

The Aceh Institute Gelar Briefing dengan Wartawan Terkait Kawasan Tanpa Rokok di Nagan Raya

Selasa, 14 Mei 2024 - 07:37

Para Ketua DPD Golkar Se-Aceh Sepakat HTM Nurlif untuk Maju Pilkada Aceh

Sabtu, 27 April 2024 - 16:42

Dalam Sehari, Satreskrim Polres Nagan Raya Tangkap Dua Pemain Judi Online

Kamis, 18 April 2024 - 18:33

Polres Nagan Raya Gelar Patroli Gabungan untuk Tertibkan Tambang Ilegal

Rabu, 3 April 2024 - 17:29

Sebagai Bentuk Rasa Syukur, Caleg Terpilih Nasdem di Aceh ini Bukber Relawan dan Santuni Anak Yatim

Kamis, 21 Maret 2024 - 16:02

Berkas Kasus Oknum Timses Caleg Coblos 2 Kali di Nagan Raya di Serahkan ke Jaksa

Berita Terbaru