Takalar – Kriminal24.com | Rencana pembangunan Koperasi Merah Putih di kawasan Pasar Lengkese memicu gelombang penolakan luas dari para pedagang. Mereka secara terbuka mendesak Kepala Desa Lengkese agar segera menghentikan rencana tersebut dan tidak memaksakan pembangunan yang dinilai mengancam keberlangsungan usaha pedagang kecil.
Pedagang menilai pembangunan koperasi di dalam area pasar merupakan keputusan sepihak yang tidak melalui musyawarah terbuka. Akibatnya, ruang usaha pedagang terancam menyempit dan aktivitas jual beli dikhawatirkan terganggu. “Pasar ini sudah hidup. Kalau dipaksakan, pedagang kecil yang akan jadi korban,” ujar salah satu pedagang dengan nada kecewa,Jum’at (16/1/2026)-
Lebih lanjut, para pedagang mempertanyakan komitmen Kepala Desa Lengkese dalam melindungi kepentingan warganya. Mereka menegaskan masih banyak lahan negara di wilayah desa yang selama ini tidak difungsikan secara aktif dan tidak menghasilkan, sehingga lebih tepat dijadikan lokasi pembangunan koperasi tanpa harus mengorbankan pasar rakyat.
Penolakan ini bukan tanpa alasan. Para pedagang menilai pembangunan Koperasi Merah Putih di area pasar berpotensi memicu konflik horizontal dan ketegangan sosial. Mereka mengingatkan agar pemerintah desa tidak mengambil kebijakan yang justru mencederai semangat ekonomi kerakyatan yang seharusnya dijaga bersama.
Pedagang Pasar Lengkese secara tegas memberi peringatan kepada Kepala Desa Lengkese agar segera membuka ruang dialog dan mengevaluasi kembali rencana pembangunan tersebut. Jika aspirasi mereka terus diabaikan, para pedagang menyatakan siap melakukan aksi unjuk rasa sebagai bentuk perlawanan demi mempertahankan hak dan ruang hidup ekonomi mereka.
(Nakku JAGUAR)








































