Takalar – Kriminal24.com | Proyek rehabilitasi kantor Kecamatan Pattallassang di Kabupaten Takalar, yang ditetapkan dengan anggaran sebesar enam ratus tiga puluh delapan juta rupiah (Rp638.360.000), kini telah meluas menjadi topik perbincangan hangat yang diikuti dengan antusias oleh kalangan masyarakat setempat. Semua itu berawal ketika pemberitaan mengenai kemajuan pelaksanaan dan kondisi terkini proyek tersebut menyebar dengan cepat dan meluas di berbagai platform media sosial — mulai dari Facebook, Instagram, hingga grup WhatsApp yang banyak diikuti warga daerah. Kecepatan penyebaran informasi ini membuat proyek segera menarik perhatian dari berbagai pihak yang berbeda latar belakang.

Di antara pihak-pihak yang tertarik, termasuk warga sekitar kecamatan Pattallassang yang langsung merasakan dampak keberadaan kantor camat, tokoh masyarakat yang memiliki pengaruh dalam membentuk pendapat publik di daerah, dan berbagai lembaga masyarakat yang bergerak khususnya di bidang pengawasan dan advokasi. Bagi warga sekitar, proyek ini dianggap penting karena kantor camat adalah tempat untuk melakukan berbagai transaksi administrasi yang berkaitan dengan kehidupan sehari-hari, sehingga kualitas bangunan yang baik akan memberikan kenyamanan dan kemudahan bagi mereka. Sementara itu, tokoh masyarakat dan lembaga pengawas lebih memfokuskan perhatian pada bagaimana proyek tersebut dijalankan dan apakah sesuai dengan tujuan yang ditetapkan.
Dalam konteks kemunculan perbincangan ini yang semakin intens, Kadiv Hukum dan Investigasi Lembaga Generasi Nusantara Pengabdi Masyarakat (GNPM) telah mengambil langkah untuk mengangkat sebuah dugaan penting terkait proyek ini. Dia menyatakan bahwa berdasarkan informasi yang telah diperoleh oleh lembaga, terdapat dugaan bahwa proyek pembangunan rehabilitasi kantor Camat Pattallassang tersebut tengah berjalan dalam kondisi “kerja asal jadi”. Dugaan ini segera menambah intensitas perbincangan di masyarakat, karena mengangkat pertanyaan tentang kualitas pelaksanaan proyek yang menggunakan dana dengan nilai yang tidak kecil dan berkaitan dengan kepentingan publik. Meskipun belum ada penjelasan lebih lanjut mengenai bukti yang mendasari dugaan ini, keberadaan dugaan dari lembaga pengawas seperti GNPM telah membuat banyak pihak semakin waspada dan menunggu perkembangan selanjutnya terkait proyek ini.
(Nakku JAGUAR)








































