MEDAN
Di tengah situasi darurat akibat banjir besar yang melanda Rutan Tanjung Pura, sejumlah warga binaan terpaksa dievakuasi secara mendadak ke Lapas Kelas I Medan.
Perpindahan yang terjadi di bawah tekanan situasi darurat ini membuat banyak dari mereka mengalami kelelahan fisik, tekanan mental, hingga kecemasan memikirkan keluarga yang turut terdampak musibah di kampung halaman.
Namun di tengah kecamuk rasa khawatir itu, Lapas Kelas I Medan menunjukkan wajah kemanusiaannya.
Kepala Kesatuan Pengamanan Lembaga Pemasyarakatan (KPLP), Rinaldo Adeta Noah Tarigan, turun langsung menyapa para warga binaan kiriman tersebut.
Dengan penuh ketulusan, ia mengajak mereka bernyanyi lagu “Kemesraan” bercanda, dan menciptakan suasana hangat agar sejenak melupakan stres yang membelenggu.
Tawa dan tepuk tangan para warga binaan pecah, menggantikan kecemasan yang sejak pagi menggelayuti.
Momen sederhana itu menjadi oase di antara kepenatan mereka menghadapi bencana.
Rinaldo menegaskan bahwa kehadirannya bukan hanya untuk memastikan keamanan dan kenyamanan, tetapi juga menjadi bentuk dukungan moral agar para warga binaan tetap kuat dan bersemangat menjalani pembinaan dalam kondisi apa pun.
Ia berharap selama berada di Lapas Kelas I Medan, para warga binaan dari Tanjung Pura dapat merasakan suasana yang aman, nyaman, serta tetap memiliki harapan untuk masa depan yang lebih baik.
“Kami ingin mereka tahu bahwa mereka tidak sendirian. Ada tempat yang menerima mereka, ada orang-orang yang peduli, dan selalu ada harapan dalam setiap keadaan,” ujarnya penuh empati.
Di tengah bencana, kehadiran sosok yang membawa ketenangan menjadi pengingat bahwa kepedulian dan kemanusiaan tak pernah tenggelam oleh derasnya banjir.(AVID/rel)








































