Warga Lengkese Takalar Protes Warkop Belum Beroperasi, LSM Pemantik Sesalkan Sikap Tersebut

Redaksi Laikang jaya grup

- Team

Sabtu, 12 Juli 2025 - 12:36

40273 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Takalar – kriminal24.com | Kehebohan terjadi di Desa Lengkese, Kecamatan Manggarabombang, Kabupaten Takalar. Sejumlah warga melayangkan protes keras terhadap sebuah warung kopi (warkop) baru baru ini yang bahkan belum memulai operasionalnya. Protes ini dipicu oleh dugaan bahwa warkop tersebut merupakan rumah bernyanyi yang menyamar sebagai usaha kopi. Aksi protes ini menuai kecaman dari berbagai pihak, termasuk Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM). Sabtu (11/7/2025)

LSM Pemantik, salah satu organisasi yang menyuarakan keprihatinan, menyesalkan tindakan warga Lengkese. Mereka menilai protes tersebut dapat menghambat iklim berusaha dan investasi di daerah tersebut. “Tindakan prematur seperti ini sangat merugikan,” ujar ketua LSM Pemantik Rahman Suandi dg Guling. LSM ini menekankan pentingnya memberikan kesempatan kepada pelaku usaha untuk beroperasi dan membuktikan komitmen mereka terhadap peraturan yang berlaku. Mereka mengimbau semua pihak untuk menahan diri dan tidak terburu-buru dalam mengambil kesimpulan.

Rahman Suandi dg Guling menyarankan agar warga yang memiliki kekhawatiran berdialog secara konstruktif dengan pemilik usaha dan pemerintah setempat. “Jangan sampai protes yang dilakukan justru merugikan semua pihak sebelum ada bukti konkret mengenai pelanggaran atau gangguan yang terjadi,” imbau LSM Pemantik. Mereka berharap agar masyarakat dapat lebih bijak dalam menyikapi isu-isu yang berkembang dan memberikan kesempatan kepada pelaku usaha untuk menunjukkan itikad baiknya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Senada dengan LSM Pemantik, Ketua DPC LSM Bawakaraeng, Zainuddin dg Sila, juga turut memberikan komentar. “Jangan berpikiran fiktif, menuduh tanpa bukti, apalagi warkop tersebut belum beroperasi,” tegas Zainuddin. Pernyataan ini semakin memperkuat seruan untuk menahan diri dan menghindari tindakan yang dapat merugikan pihak lain.

Anggota LSM Tombak Keadilan Juga Salah Satu tokoh masyarakat Desa Lengkese, yang akrab di sapa Daeng Liwang, juga memberikan pandangannya. “Berdasarkan pantauan saya, warkop tersebut memang belum beroperasi. Mungkin ada pihak yang memprovokasi masyarakat sehingga menjadi viral,” ungkap Daeng Liwang. Ia menambahkan, jika pemilik warkop telah mengurus izin lengkap, lalu ditutup sebelum beroperasi, siapa yang akan bertanggung jawab atas kerugian yang diderita? “Jika sudah buka, pasti akan membuka lowongan kerja, Pendapatan Asli Daerah (PAD) Takalar bertambah, dan Corporate Social Responsibility (CSR) masuk ke desa,” tambahnya.

Sampai berita ini diturunkan, awak media masih berupaya mendapatkan klarifikasi dari Pemerintah Desa Lengkese dan pemilik Warkop Pamily. Pihak-pihak terkait diharapkan dapat memberikan penjelasan yang transparan untuk meredakan ketegangan dan mencegah potensi konflik yang lebih besar. Kejadian ini menjadi pengingat pentingnya komunikasi yang efektif dan penyelesaian masalah secara bijak dan beradab.

Peristiwa di Lengkese ini menjadi sorotan karena menunjukkan betapa pentingnya peran pemerintah daerah dalam menciptakan iklim investasi yang kondusif. Pemerintah diharapkan dapat memfasilitasi dialog antara warga dan pelaku usaha untuk mencapai solusi yang saling menguntungkan. Kejelasan regulasi dan penegakan hukum yang tegas juga sangat diperlukan untuk mencegah kejadian serupa terulang kembali.

Kejadian ini juga menjadi pelajaran berharga bagi masyarakat untuk lebih teliti dan bijaksana dalam menerima informasi. Verifikasi informasi sebelum menyebarkannya sangat penting untuk mencegah penyebaran berita bohong atau hoaks yang dapat menimbulkan keresahan dan konflik sosial. Pentingnya literasi digital dan kesadaran akan dampak dari tindakan kita perlu terus digaungkan.

Semoga kasus ini dapat diselesaikan dengan baik dan menjadi contoh bagi daerah lain dalam membangun iklim usaha yang sehat dan produktif. Semua pihak perlu bekerja sama untuk menciptakan suasana yang kondusif bagi pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat.

( Redaksi )

Berita Terkait

Peringati Maulid Nabi Muhammad SAW, Lapas Makassar Gelar Ceramah Agama bagi Warga Binaan
Dari Kodim ke Tugu Cinta Damai, Merah Putih 2.026 Meter Rajut Kebersamaan di Kaltara
Cekcok di RS Unhas: Ibu Muda Naik Pitam Usai Dituding Selundupkan Bayinya ke Ruang Rawat Inap
Camat Kresek Jemput Aspirasi, Sapa Warga Sondol
Prof Sutan Nasomal SH,MH Minta Gubernur Sulut Bila Terbukti Pecat Kepsek SMAN 9,Manado provinsi Sulawesi Utara Amoral!!
Dugaan Guru Tempeleng 10 Siswa MTsN Luwu Disorot, Prof. Sutan Nasomal Minta Kemenag Buka Kronologi Kasus Guru Tampar 10 Siswa
Kisah Musdalifa: Gagal Masuk SMP Negeri Terdekat Indralaya Kini Terancam Putus Sekolah, Orang Tua Mohon Solusi Pemerintah
Bakti Kesehatan Hari Bhayangkara ke-80, Polda Riau Gelar 14 Layanan Medis

Berita Terkait

Sabtu, 5 September 2026 - 13:06

Baru Seumur Jagung, Aroma Tak Sedap Tercium di RS SIM Nagan Raya: Rapat Tertutup dan Dana Pending Miliaran Dipertanyakan

Jumat, 14 Juni 2024 - 21:52

Pengadilan Tinggi Perberat Hukuman Keuchik Krung Seumayam Nagan Raya

Jumat, 17 Mei 2024 - 12:00

The Aceh Institute Gelar Briefing dengan Wartawan Terkait Kawasan Tanpa Rokok di Nagan Raya

Selasa, 14 Mei 2024 - 07:37

Para Ketua DPD Golkar Se-Aceh Sepakat HTM Nurlif untuk Maju Pilkada Aceh

Sabtu, 27 April 2024 - 16:42

Dalam Sehari, Satreskrim Polres Nagan Raya Tangkap Dua Pemain Judi Online

Kamis, 18 April 2024 - 18:33

Polres Nagan Raya Gelar Patroli Gabungan untuk Tertibkan Tambang Ilegal

Rabu, 3 April 2024 - 17:29

Sebagai Bentuk Rasa Syukur, Caleg Terpilih Nasdem di Aceh ini Bukber Relawan dan Santuni Anak Yatim

Kamis, 21 Maret 2024 - 16:02

Berkas Kasus Oknum Timses Caleg Coblos 2 Kali di Nagan Raya di Serahkan ke Jaksa

Berita Terbaru