Proyek Drainase Pat’têne Takalar Disoroti Warga: Galian Asal-Asalan, Ketahanan Dipertanyakan Meskipun Anggaran APBN Capai Rp 28,9 Miliar  

Redaksi Laikang jaya grup

- Team

Sabtu, 6 Desember 2025 - 05:10

40207 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Takalar – kriminal24.com | Sabtu (6/12/2025) – Proyek drainase yang sedang dibangun di Kelurahan Pat’têne, Kabupaten Takalar, telah menuai sorotan keras dan kekhawatiran mendalam dari warga setempat. Meski di dukung oleh anggaran APBN sebesar Rp 28,9 miliar yang dikelola oleh kontraktor PT Jaya Etika Beton, pengerjaan galian di lapangan dinilai jauh dari standar teknis, bahkan terkesan asal-asalan – membuat masyarakat meragukan apakah kualitas pekerjaan sesuai dengan besarnya dana yang telah dikeluarkan.

 

Dari hasil pengamatan langsung warga di lokasi proyek, muncul berbagai indikasi ketidaksesuaian yang cukup mencolok. Mulai dari kedalaman galian yang tidak sesuai dengan spesifikasi yang telah ditetapkan, kerapihan pengerjaan yang kurang diperhatikan, hingga proses pemadatan tanah yang dinilai tidak maksimal. Semua hal itu menjadi titik perhatian utama karena bagian galian sendiri merupakan fondasi utama yang menentukan ketahanan dan umur pakai saluran drainase. Tanpa pemadatan dan kedalaman yang tepat, saluran berisiko cepat tergerus oleh aliran air, terhalang oleh lumpur, atau bahkan roboh secara tiba-tiba.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

 

“Kita melihat sendiri, galiannya cuma sebentar saja dikerjakan, nggak ada pengecekan yang ketat. Padahal uangnya dari APBN, uang rakyat yang kita bayarkan pajaknya,” ujar salah satu warga yang tidak mau disebutkan namanya. Masyarakat merasa kecewa karena dengan anggaran miliaran rupiah, mereka mengharapkan pekerjaan yang berkualitas dan mampu menyelesaikan masalah banjir yang sering terjadi di daerah Pat’têne selama bertahun-tahun. Sebaliknya, kondisi proyek saat ini malah membuat mereka khawatir akan muncul masalah baru, seperti kerusakan saluran yang cepat dan terjadinya banjir kembali dalam waktu singkat.

 

Selain menunjuk ke kontraktor, sorotan publik juga mengarah pada lemahnya pengawasan dari instansi terkait. Warga menegaskan bahwa pekerjaan sebesar ini tidak boleh dibiarkan dikerjakan secara sembrono tanpa pengawasan yang ketat. Mereka menyatakan bahwa instansi yang bertugas memantau harus lebih aktif turun ke lapangan, memeriksa setiap tahap pengerjaan, dan memastikan bahwa semua sesuai dengan rencana teknis yang telah disetujui. Tanpa pengawasan yang efektif, kemungkinan terjadinya penyimpangan kualitas dan penyalahgunaan dana akan semakin besar.

 

Demi menuntut keadilan dan transparansi, warga telah mendesak pihak pengawas, aparat terkait, hingga penegak hukum untuk segera turun ke lapangan dan melakukan pengecekan menyeluruh. Mereka menekankan bahwa setiap penyimpangan dalam kualitas pekerjaan harus dibuka secara terbuka, dan semua pihak yang bertanggung jawab harus dipertanggungjawabkan tanpa kompromi. “Kita tidak mau proyek ini cuma menjadi tameng untuk pencucian uang atau keuntungan pribadi. Kita butuh solusi nyata untuk masalah banjir di sini,” tegas warga.

 

Sampai saat ini, belum ada tanggapan resmi dari PT Jaya Etika Beton maupun instansi pengawas terkait mengenai kekhawatiran yang diajukan warga. Masyarakat terus menunggu tindakan nyata yang menunjukkan komitmen untuk memperbaiki kualitas pekerjaan dan menjaga kepercayaan rakyat terhadap penggunaan dana APBN.

(Nakku jaguar)

Berita Terkait

Kaperwil Media Online Penuhi Panggilan Klarifikasi Polda Riau Sebagai Saksi
Cekcok Gara-gara Asap Rokok, Pria di Aceh Tengah Diamankan Polisi
Buronan Sabu 98 Kilogram Ditangkap BNN Saat Jalani Sedot Lemak di Salon Kecantikan
Bareskrim Polri Bongkar Jaringan Judi Online Internasional Beromzet Rp890 Miliar
Joni Sitepu: Jangan Biarkan Korporasi Besar Menguasai Tanah Rakyat Tanpa Dasar Hukum yang Jelas
Dua Pria Terduga Pelaku Pungli Amankan Polsek Berastagi, di Jalur Wisata Air Panas Doulu
Tiga Pria Diduga Pengedar Shabu Diciduk Kepolisian di Lapangan Bola Kaki Tigapanah, Lima Paket Narkotika Diamankan
Tanaman Ganja Ditemukan di Perladangan Juhar, Satresnarkoba Polsek Juhar Amankan Tiga Warga

Berita Terkait

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 04:01

Buronan Sabu 98 Kilogram Ditangkap BNN Saat Jalani Sedot Lemak di Salon Kecantikan

Selasa, 16 Juni 2026 - 19:25

Respons Narasi Provokatif terhadap Presiden Prabowo, PP GP Al Washliyah Rilis 4 Pernyataan Sikap

Senin, 15 Juni 2026 - 04:59

Profesor Sutan Nasomal Acungi Jempol Atas Upaya Presiden Prabowo Menekan Berkembangbiak Tikus Ekonomi Grogoti Jalur Eksport Import !!

Senin, 15 Juni 2026 - 04:49

Prof Dr Sutan Nasomal Meminta Presiden RI Tetapkan Hukuman Mati Bagi LGBT

Kamis, 11 Juni 2026 - 16:49

AHY Tak Pernah Minta Bantuan Sony Sonjaya, DPP LPPI Minta Publik Tidak Terprovokasi

Selasa, 9 Juni 2026 - 19:53

Samsuri Calon Presiden RI 2029, Idola Rakyat Indonesia

Selasa, 19 Mei 2026 - 14:19

Himlab Raya Jakarta: Bupati Labusel Layak Diakui sebagai Pemimpin yang Dekat dengan Masyarakat

Selasa, 19 Mei 2026 - 10:01

Seminggu Tanpa Respon, DPP IWO Indonesia Desak Kasatpol PP DKI Jakarta Buka Ruang Dialog Terkait Sengketa Lahan Gudang Cakung

Berita Terbaru

DAERAH

Camat Kresek Jemput Aspirasi, Sapa Warga Sondol

Sabtu, 22 Agu 2026 - 23:00