Takalar – Kriminal24.com | Praktik mencurigakan kembali muncul di SPBU Kalampa. Tumpukan jerigen dan aktivitas sebuah mobil Avanza yang diduga mengangkut solar dalam jumlah banyak terlihat secara terang-terangan di area SPBU, berjalan leluasa tanpa pengawasan. Hal ini memicu kemarahan warga yang sejak lama menganggap SPBU tersebut rawan penyalahgunaan distribusi BBM bersubsidi.
Lebih ironis, pihak SPBU Kalampa tetap bungkam ketika diminta klarifikasi — tidak ada respon atau penjelasan, seolah penimbunan sudah menjadi hal biasa yang dibiarkan. Sikap pasif pemilik SPBU malah memperkuat dugaan bahwa kegiatan itu berlangsung dengan restu pengelola. Kejadian ini terjadi pada Jumat (5/12/2025).
Warga menilai tindakan itu tidak hanya melanggar aturan, melainkan juga pembangkangan terhadap hukum negara dan pengkhianatan terhadap kepentingan masyarakat. Penimbunan BBM bersubsidi dapat memicu kelangkaan, permainan harga, dan merugikan masyarakat kecil yang seharusnya menjadi prioritas.
Situasi ini membuat masyarakat mendesak aparat penegak hukum (APH), termasuk Polres Takalar dan lembaga pengawas terkait, untuk segera turun tangan. Warga meminta pemeriksaan mendalam, bahkan penggerebekan jika perlu, demi membongkar dugaan permainan BBM yang terkesan ditutupi.
Publik berharap pemerintah daerah dan APH tidak tinggal diam. Penindakan tegas dan terbuka menjadi tuntutan agar SPBU Kalampa tidak lagi menjadi titik rawan penyimpangan, dan distribusi BBM kembali berjalan sesuai aturan serta berpihak kepada masyarakat.( Nakku jaguar)
Bersambung……..








































