Takalar – Kriminal24.com | Dugaan praktik penimbunan BBM di SPBU Kalampa kini mencapai titik yang tidak lagi bisa ditoleransi. Warga menilai SPBU tersebut telah bertindak sewenang-wenang, menjalankan pola pengisian berulang dan terkoordinasi yang mengarah pada penimbunan secara terang-terangan. Di mata publik, aktivitas ini berjalan bebas seolah tidak ada hukum yang berlaku.
Kelangkaan BBM yang terus terjadi diduga kuat merupakan akibat langsung dari praktik tersebut. Warga menuding ada “permainan rapi” yang dibiarkan tumbuh subur,motor bersama jirgen terlihat menumpuk yang diduga kuat dipake untuk mengangkut BBm(solar) dari jaringan antre tanpa henti, sementara masyarakat umum harus berjam-jam menunggu hanya untuk mendapatkan beberapa liter.Kamis (4/12/2025)-
Masyarakat kini secara terbuka mendesak Aparat Penegak Hukum (APH) untuk turun tangan tanpa kompromi. Mereka menolak tindakan setengah hati dan menuntut penyelidikan menyeluruh, termasuk mengungkap siapa saja yang berada di balik jaringan penimbunan tersebut. Warga menegaskan: ini bukan lagi sekadar pelanggaran, tetapi dugaan kejahatan yang merugikan negara dan menghancurkan hajat hidup orang banyak.
Tekanan paling keras diarahkan kepada Kapolres Takalar. Publik meminta tindakan konkret, cepat, dan transparan—bukan janji atau imbauan tanpa hasil. Di tengah makin kuatnya dugaan penimbunan di SPBU Kalampa, masyarakat menilai bahwa setiap menit pembiaran adalah bentuk pengkhianatan terhadap kepentingan rakyat.
Warga menutup pernyataan mereka dengan tegas: “Jika aparat tak bergerak, berarti ada yang sengaja membiarkan. Kami menunggu langkah Kapolres Takalar untuk membuktikan bahwa hukum masih bekerja di daerah ini.”
(Nakku JAGUAR)🇲🇨








































