Langkat —
Di tengah gelap malam dan sisa lumpur banjir yang belum sepenuhnya surut, iring-iringan kendaraan relawan PAC Pemuda Pancasila Medan Sunggal kembali memecah sunyi kawasan Sawit Seberang, Kabupaten Langkat.
Satu unit mobil bak terbuka Mitsubishi L300 sarat dengan logistik kemanusiaan yang terdiri ratusan potong pakaian bersih, makanan siap saji, puluhan goni beras, ratusan kotak mie instan, telur, gula, minyak goreng, hingga kebutuhan harian lainnya, menjadi saksi bahwa solidaritas tak pernah mengenal jarak dan waktu.
Sejak banjir besar melanda sejumlah wilayah Sumatera Utara, PAC PP Medan Sunggal tak henti bergerak. Mereka berpindah dari satu titik ke titik lain, membawa secercah harapan bagi warga yang masih bertahan di rumah-rumah dengan kondisi memprihatinkan.
Di Sawit Seberang, banyak keluarga yang kehilangan perabot, pakaian, bahkan akses pangan. Kehadiran rombongan relawan malam itu langsung disambut warga dengan mata berkaca-kaca.
Ketua PAC Pemuda Pancasila Medan Sunggal, Aidil Anhar, mengatakan bantuan ini adalah bentuk tanggung jawab moral organisasi terhadap masyarakat yang sedang berduka.
“Kami bukan sekadar datang membawa logistik, tapi membawa pesan bahwa mereka yang terdampak banjir tidak sendiri. Di tengah musibah ini, kami ingin warga merasakan bahwa ada saudara-saudara mereka yang peduli,” ujar Aidil.
Ia menambahkan, setiap bantuan yang disalurkan dilakukan secara langsung agar tepat sasaran dan menyentuh mereka yang paling membutuhkan.
Aidil menjelaskan bahwa seluruh kegiatan kemanusiaan ini dapat terlaksana berkat dukungan penuh dari Ketua MPC Pemuda Pancasila Kota Medan, M. Rahmaddian Shah, S.H., M.H..
Menurutnya, Ketua MPC Rahmaddian Shah selalu memberikan motivasi dan arahan untuk memastikan agar gerakan sosial PAC PP Medan Sunggal berjalan cepat, terkoordinasi, dan benar-benar memberi manfaat.
“Beliau selalu mendorong kami untuk turun langsung, melihat kondisi warga, dan memastikan bantuan ini bukan sekadar formalitas, tetapi benar-benar membantu beban masyarakat,” kata Aidil.
Warga penerima bantuan di Sawit Seberang mengaku lega dan bersyukur. Banyak dari mereka belum mendapat bantuan memadai sejak banjir menerjang.
“Kami hampir kehabisan bahan makanan. Sejak air naik, kami cuma bertahan dengan apa yang masih tersisa,” tutur seorang ibu penerima bantuan sambil menggendong balitanya yang tampak kelelahan.
Seorang warga lainnya tak kuasa menahan haru sambil memeluk bungkusan bantuan yang baru diterimanya. “Terima kasih. Kami sangat membutuhkan ini,” ucapnya lirih.
Gerakan kemanusiaan PAC PP Medan Sunggal ini dipastikan akan terus berlanjut hingga kondisi warga kembali stabil.
Di tengah cuaca yang masih sulit diprediksi, para relawan berkomitmen menjaga semangat solidaritas dan memastikan tak ada warga yang terabaikan dalam masa pemulihan pascabencana.(AVID)








































