Takalar – Kriminal24.com | Pelayanan kebersihan di kawasan pertokoan kembali menuai sorotan tajam dari warga dan para penyewa ruko. Hingga awal pekan ini, keluhan soal minimnya pengangkutan sampah terus berdatangan, memunculkan tanda tanya besar mengenai keseriusan Pemerintah Daerah dalam menjaga kualitas layanan publik. Senin (1/11/2025).
Para pemilik dan penyewa ruko mengungkapkan bahwa petugas kebersihan jarang bahkan nyaris tidak pernah melakukan pengangkutan rutin di area yang setiap hari menghasilkan volume sampah cukup besar. Tumpukan sampah yang dibiarkan menumpuk menimbulkan bau menyengat, mengganggu aktivitas usaha, serta menurunkan kenyamanan pengunjung.
Ironisnya, di tengah layanan yang dinilai tak berjalan, warga mengaku tetap dimintai pungutan biaya kebersihan. Situasi ini menimbulkan kekecewaan mendalam dan memicu pertanyaan publik tentang transparansi, dasar pungutan, serta alur pengelolaan dana kebersihan.
“Kalau layanan tidak berjalan, lalu dasar penarikan biaya itu apa? Kami bayar, tapi sampah tidak diangkut,” keluh salah satu penyewa ruko yang enggan disebut namanya.
Warga menilai kondisi ini merupakan bentuk ketidakhadiran pemerintah daerah dalam memastikan layanan dasar berjalan sebagaimana mestinya. Mereka mendesak dinas terkait memberikan klarifikasi resmi, sekaligus melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem pengelolaan sampah—mulai dari jadwal petugas, kesiapan armada, mekanisme pungutan, hingga pengawasan lapangan.
Publik juga menuntut adanya tindakan cepat dan perbaikan nyata agar keresahan warga tidak semakin meluas. Menurut mereka, pelayanan kebersihan adalah kebutuhan fundamental yang seharusnya menjadi prioritas, bukan malah menimbulkan polemik baru.
“Masyarakat hanya minta layanan yang jelas, transparan, dan benar-benar dikerjakan di lapangan,” tegas seorang warga lainnya.
(Nakku JAGUAR)🇲🇨








































