MEDAN –
Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas I Medan kembali mencatat langkah maju dalam reformasi birokrasi dengan meluncurkan inovasi berbasis teknologi informasi bernama SIKOLING (Sistem Digital Kontrol Keliling). Program ini dirancang untuk memperkuat fungsi pengawasan, meningkatkan transparansi, serta menghadirkan tata kelola pengamanan yang modern di lingkungan pemasyarakatan.
Kepala Kesatuan Pengamanan Lapas Kelas I Medan menjelaskan bahwa SIKOLING merupakan sistem digital yang merekam seluruh aktivitas kontrol keliling petugas secara real-time.

“Melalui penerapan SIKOLING, kita ingin menghadirkan solusi berbasis digital yang mampu meningkatkan kualitas pengawasan, memastikan disiplin regu jaga, sekaligus memberikan jaminan rasa aman bagi warga binaan, keluarga mereka, dan masyarakat luas,” ujarnya, Sabtu (4/10/2025).
Inovasi ini tidak hanya memperkuat sistem pengawasan internal, tetapi juga mendukung kebijakan nasional di bidang reformasi birokrasi serta sejalan dengan salah satu Asta Cita Presiden Prabowo–Gibran, yakni memperkuat pembangunan Sumber Daya Manusia (SDM), sains, dan teknologi.
Kepala Bagian Tata Usaha Lapas Kelas I Medan menambahkan, penerapan SIKOLING membawa dampak positif terhadap peningkatan disiplin dan tanggung jawab petugas jaga.
“Penerapan Sistem Digital Kontrol Keliling memberikan efek nyata dalam meningkatkan kedisiplinan serta akurasi data pengawasan,” jelasnya.
Salah satu Kepala Regu Pengamanan turut merasakan manfaat langsung dari sistem ini.
“Dengan SIKOLING, kegiatan kontrol area menjadi lebih efisien dan terpantau. Kami bisa memastikan seluruh area terjaga dengan optimal,” ujarnya, Rabu (22/10/2025).
Sementara itu, Kepala Lapas Kelas I Medan, Herry Suhasmin, menyampaikan apresiasi atas lahirnya inovasi tersebut.
“Saya mendukung sepenuhnya proyek perubahan dalam bentuk inovasi SIKOLING. Ini adalah langkah nyata menuju tata kelola pengamanan yang modern dan profesional,” ungkapnya, Senin (27/10/2025).
Melalui penerapan SIKOLING, Lapas Kelas I Medan membuktikan bahwa transformasi besar dapat dimulai dari inovasi kecil yang lahir di tingkat pelaksana. Langkah digitalisasi ini menjadi bagian dari komitmen berkelanjutan untuk menghadirkan sistem pengawasan yang efisien, transparan, dan berintegritas tinggi di lingkungan pemasyarakatan.(AVID)








































