Medan –
Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) Medan resmi memulai latihan perdana olahraga angkat besi sebagai bagian dari program pembinaan fisik dan pengembangan bakat bagi Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) anak.
Enam anak binaan turut serta dalam sesi perdana yang digelar dengan penuh antusiasme, Jumat (05/12/2025).
Kegiatan ini mendapat dukungan penuh dari Kepala Kantor Wilayah Ditjen Pemasyarakatan Sumatera Utara, Yudi Suseno, yang dikenal aktif mendorong berbagai inovasi pembinaan di jajaran pemasyarakatan.
Di bawah kepemimpinannya, Kanwil Ditjenpas Sumut terus memperluas program yang tidak hanya bersifat edukatif tetapi juga membangun mental, kedisiplinan, serta kesiapan anak binaan untuk kembali ke masyarakat.
“Kami sangat mengapresiasi langkah LPKA Medan yang terus berinovasi dalam pembinaan. Ini sejalan dengan arahan Bapak Kakanwil Yudi Suseno yang menegaskan pentingnya pembinaan yang humanis dan berorientasi masa depan,” ujar Kepala Bidang Perawatan, Keamanan, dan Kepatuhan Internal Kanwil Ditjenpas Sumut, Rindra Wardana yang memimpin langsung latihan dengan memberikan materi latihan diantaranya power clean dan power snatch
Didampingi petugas LPKA Medan yang menangani latihan Michael Bram, Rindra Wardhana menjelaskan, dalam latihan perdana angkat besi ini, seluruh peserta dipastikan dapat memahami teknik dasar, menjaga postur yang benar, serta mengutamakan keselamatan selama latihan berlangsung.
“Anak-anak sangat antusias dan bersemangat. Kita mulai dari teknik dasar dan pengenalan alat. Tujuan utama bukan hanya membentuk fisik, tetapi menanamkan disiplin, fokus, dan rasa percaya diri,” ujarnya.
Sebagai wujud penguatan program, LPKA Medan bersama Kanwil Ditjenpas Sumut juga tengah menjajaki kerja sama dengan PABSI Sumatera Utara.
Melalui kolaborasi ini, diharapkan muncul bibit-bibit atlet muda berbakat dari lingkungan LPKA yang dapat dibina lebih lanjut secara profesional.
“Kami melihat ada peluang besar. Dengan dukungan PABSI Sumut, kita berharap anak binaan yang memiliki potensi dapat berkembang bahkan hingga ke level kompetisi,” tambah Rindra Wardana yang baru baru ini membawa harum nama Indonesia bersama 5 atlet pemasyarakatan lainnya yang bertanding dalam ajang Internasional Prison Fixt Challenge IRON WILL di Brunei Darussalam.
Program ini menjadi cerminan komitmen Ditjen Pemasyarakatan, khususnya di bawah kepemimpinan Yudi Suseno, untuk menghadirkan pembinaan yang lebih konstruktif, inklusif, dan mampu membuka kesempatan baru bagi anak binaan dalam membangun masa depan yang lebih baik.(AVID)








































