Takalar – Kriminal24.com | Aktivitas di SPBU Kalampa kembali menjadi sorotan setelah sejumlah warga mengeluhkan ramainya pembelian solar yang diduga tidak sesuai peruntukan. Meski berbagai keluhan telah disampaikan sebelumnya, antrean kendaraan—terutama motor bermodifikasi dengan jeriken—masih terlihat padat di area pengisian, seolah tanpa ada pengawasan ketat dari pihak terkait.
Pantauan di lokasi menunjukkan sejumlah pengendara tampak bebas mengisi solar menggunakan wadah yang dicurigai bukan untuk kebutuhan harian. Hal ini memunculkan dugaan kuat bahwa praktik pembelian solar bersubsidi secara berulang masih berlangsung, bahkan semakin terang-terangan.Rabu (3/12/2025).
Warga setempat menyebut kondisi ini telah lama meresahkan karena berdampak pada sulitnya masyarakat umum mendapatkan solar sesuai harga resmi. Mereka menilai pihak pengelola SPBU seolah menutup mata terhadap potensi pelanggaran yang dapat merugikan banyak pihak, termasuk negara.
“Sudah berkali-kali disorot, tapi tetap saja begini. Solar cepat habis, sementara yang antre itu-itu saja,” keluh salah seorang warga yang meminta identitasnya dirahasiakan.
Atas kondisi tersebut, masyarakat mendesak Aparat Penegak Hukum (APH) untuk turun tangan dan melakukan tindakan tegas. Mereka berharap ada investigasi menyeluruh terkait pola antrean, alur pembelian, hingga dugaan keterlibatan oknum tertentu yang membiarkan aktivitas tersebut terjadi.
Dengan sorotan publik yang terus menguat, warga menunggu langkah nyata APH dan instansi terkait agar SPBU Kalampa beroperasi sesuai aturan, transparan, dan tidak merugikan masyarakat luas.
( Nakku JAGUAR )🇲🇨








































