Takalar – Kriminal24.com | Pembangunan tower telekomunikasi di Kelurahan Maradekaya mendapat kecaman keras dari warga setelah ditemukan dugaan pelanggaran Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) yang dilakukan secara terang-terangan di lokasi proyek. Pekerja terlihat beraktivitas di ketinggian tanpa helm, tanpa tali pengaman, tanpa sepatu keselamatan — sebuah kondisi yang dinilai sebagai bentuk pengabaian keselamatan yang sangat fatal.Rabu (3/12/2025).
Warga menilai pihak kontraktor bekerja seolah tanpa aturan. Tidak ada rambu keselamatan, tidak ada garis pembatas, dan tidak terlihat adanya pengawasan lapangan. Padahal proyek berada di tengah lingkungan padat penduduk, sehingga risiko kecelakaan tidak hanya mengancam pekerja, tetapi juga keselamatan warga sekitar.
Kondisi ini menimbulkan tanda tanya besar mengenai komitmen kontraktor terhadap regulasi K3 yang merupakan kewajiban mutlak dalam setiap pekerjaan konstruksi, terutama pekerjaan vertikal seperti pembangunan tower. Warga menyebut praktik seperti ini bukan lagi sekadar kelalaian, tetapi indikasi kuat bahwa keselamatan tidak pernah menjadi prioritas pelaksana proyek.
Lebih jauh, masyarakat mempertanyakan peran pemerintah dan instansi teknis yang seharusnya melakukan pengawasan ketat. “Kalau pelanggaran sejelas ini dibiarkan, berarti pengawasan hanya formalitas,” ujar salah seorang warga yang meminta penghentian sementara proyek sampai standar K3 benar-benar dipenuhi.
Warga menegaskan bahwa proyek yang mengabaikan keselamatan adalah ancaman serius dan tidak boleh dibiarkan berjalan terus. Mereka mendesak pemerintah mengambil langkah tegas sebelum terjadi kecelakaan yang dapat merugikan banyak pihak.
Hingga berita ini diturunkan, pihak kontraktor belum memberikan klarifikasi terkait berbagai dugaan pelanggaran tersebut.
( Nakku JAGUAR )








































