Medan – Pasca banjir besar yang melanda sejumlah wilayah Kota Medan, Sabtu (20/11/2025), situasi di hampir seluruh Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) berubah drastis.
Sejak pagi, antrean kendaraan tampak mengular dan berlapis-lapis, memenuhi badan jalan hingga menyebabkan kemacetan panjang di berbagai titik strategis kota.
Banjir yang melumpuhkan aktivitas distribusi selama dua hari terakhir menjadi salah satu penyebab utama terhambatnya suplai BBM ke SPBU.
Akibatnya, ribuan pengendara kendaraan roda dua maupun roda empat berebut mendapatkan bahan bakar karena khawatir kehabisan.
Di SPBU Jalan Gatot Subroto, antrean kendaraan bahkan mencapai lebih dari 500 meter.
Kondisi serupa terlihat di SPBU di kawasan Amplas, Padang Bulan, hingga Medan Labuhan dan Jalan Sutomo Medan.
Para pengendara mengaku terpaksa menunggu hingga 1–2 jam untuk bisa mengisi BBM kendaraannya.
“Kami sudah antre dari jam enam pagi, tapi baru gerak perlahan. Takut habis lagi makanya dipaksa tetap antre,” ujar Rahmad, pengendara roda dua yang ditemui di lokasi.
Sementara itu, pihak SPBU mengakui bahwa stok BBM belum stabil menyusul distribusi yang terganggu akibat banjir.
“Truk pengangkut BBM baru bisa masuk sejak dini hari. Itupun jumlahnya terbatas,” kata salah satu pengawas SPBU yang enggan disebutkan namanya.
Situasi ini memicu kepadatan lalu lintas di banyak ruas jalan, terutama yang berdekatan dengan SPBU.
Petugas kepolisian terlihat berjibaku mengatur arus kendaraan untuk mencegah kemacetan total.
Pemerintah Kota Medan bersama Pertamina memastikan pasokan BBM akan kembali normal secara bertahap dalam satu hingga dua hari ke depan.
Masyarakat diimbau tetap tenang dan tidak melakukan pembelian berlebihan.
Bencana banjir yang menyisakan lumpur, kerusakan fasilitas, hingga kelangkaan BBM ini memperlihatkan pentingnya kesiapsiagaan distribusi energi saat terjadi bencana.
Namun, semangat warga Medan tetap terlihat kuat, saling membantu dalam situasi sulit yang sedang dihadapi kota ini.(AVID)








































