Tanah Karo . ( Kriminal 24 Com ). Polsek Mardingding mengungkap kasus peristiwa penggelapan yang dialami PT. Indomarco Prismatama, Gerai Minimarket Indomaret di Desa Lau Baleng Kecamatan Lau Baleng, Kabupaten Karo, Provinsi Sumatra Utara.
Kasus peristiwa penggelapan tersebut diketahui terjadi, Senin(17/7/2023) lalu, sekira pukul 10.00 WIB, saat Saksi Alfajri Kabaekan(22), Karyawan Indomaret, mengecek isi brankas uang hasil penjualan yang seharusnya ada uang sebesar Rp. 30 juta 223 ribu 8 ratus.
namun setelah di cek oleh karyawan di brankas tersebut, uang tersebut tidak ada dan diakui oleh A (22) tahun, selaku Kepala Toko Indomaret, salah satu warga Desa Kampung Baru, Kecamatan Semadam, Kabupaten Aceh Tenggara, Provinsi Aceh, bahwa telah mengambil uang hasil penjualan di dalam Brankas tersebut dan uangnya sudah habis dipergunakannya.
Kemudian uang tersebut Bukannya dikembalikan , A kemudian melarikan diri ke Aceh, sehingga PT. Indomarco Prismatama, yang mengalami kerugian, lalu melaporkan kejadian penggelapan ke Mapolsek Mardinding.
Kapolres Tanah Karo AKBP Wahyudi Rahman, S.H, S.I.K, M.M, CPHR, CBA, melalui Kapolsek Mardinding AKP Donal Tambunan, S.H, menjelaskan atas dasar laporan polisi dari PT. Indomarco Prismatama tersebut, pihaknya langsung melakukan penyelidikan.
“Setelah kita periksa saksi saksi dan alat bukti pada kasus tersebut, diperoleh bukti yang cukup untuk dilakukan proses penyidikan,” jelas Kapolsek.
Kemudian selanjutnya pada hari Rabu (20/9/2023). Pihak personil Kapolsek melakukan penyelidikan terhadap keberadaan A dan setelah diketahui keberadaannya di Kel, Kajhu Desa Baet Baitussalam, Kabupaten Aceh Besar, Provinsi Aceh.
Berhubung telah diketahui posisi A berada di Aceh, Polsek Mardinding berkoordinasi dengan Ditreskrimum Polda Aceh dengan mengirimkan Data DPO, sehingga A berhasil diamankan Personil Ditreskrimum Polda Aceh, Senin(18/9) kemarin dan langsung Polsek Mardingding menjemput A dan membawa ke Mapolsek guna proses sidik.
” Dan, Saat ini A, sudah kita tahan di RTP Polsek Mardingding dalam proses sidik,” pungkas Kapolsek.
Atas dari segala perbuatan yang dilakukan tersangka A dipersangkakan, lanjut Kasat, telah melakukan tindak pidana penggelapan dalam jabatan atau penggelapan sesuai pasal 374 subs 372 dari KUHPidana dengan ancaman hukuman maksimal 5 tahun penjara,” Tutupnya Kasat.
( Bangunta Sembiring ).








































