Cekcok di RS Unhas: Ibu Muda Naik Pitam Usai Dituding Selundupkan Bayinya ke Ruang Rawat Inap

REDKASI MAKASSAR

- Team

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 15:50

4012 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KRIMINAL24, MAKASSAR — Suasana di area pintu lift lantai 1 Rumah Sakit Universitas Hasanuddin (RS Unhas) mendadak tegang pada Jumat (28/8/2026) sekitar pukul 17.15 WITA. Seorang Ibu Rumah Tangga (IRT) muda tampak meluapkan emosinya sembari menggendong sang buah hati kepada tiga petugas satpam, seorang pria dan dua orang wanita, yang sedang berjaga.

 

Ibu muda yang tidak bersedia disebutkan namanya ini baru saja turun dari ruang perawatan di lantai 6. Kepada awak media, ia menegaskan aksinya tersebut dipicu rasa tidak terima atas tuduhan satpam yang menyebut dirinya telah menyembunyikan bayinya demi meloloskan sang anak naik ke ruang rawat inap.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

 

Ia menceritakan, kedatangannya bersama sang bayi yang baru berusia satu bulan lebih itu bertujuan untuk menjenguk ibunya yang tengah menjalani pemulihan pascaoperasi. Setibanya di depan lift lantai dasar, terdapat tiga orang petugas keamanan—dua wanita dan satu pria—yang bersiaga di lokasi.

 

Anehnya, saat ia melangkah masuk ke dalam lift, tidak ada satu pun petugas yang menegur atau melarang keberadaan bayinya. Malah, salah satu satpam sempat menyapa dan menanyakan tujuan lantainya, yang langsung ia jawab dengan santai bahwa ia hendak menuju lantai 6 untuk membesuk sang ibu.

 

Ketenangan tersebut pecah setelah sekitar 20 menit ia berada di ruang perawatan. Ia menerima pesan singkat dari saudaranya yang berada di lantai 1, memberi tahu bahwa para petugas keamanan tengah mencarinya karena dianggap menyelundupkan bayinya.

 

Tak lama berselang, dua orang satpam mendatangi ruang rawat inap tersebut.

Kedua satpam itu menyampaikan bahwa berdasarkan laporan rekan wanita mereka di lantai bawah, sang ibu dinilai sengaja menyembunyikan bayinya agar lolos dari pemeriksaan. Mereka pun memintanya segera turun karena aturan rumah sakit melarang kunjungan bayi maupun anak kecil.

 

Merasa dipojokkan dan dituduh secara tidak mendasar, ibu muda ini langsung tersulut emosi. Ia memilih ikut turun ke lantai dasar untuk melabrak satpam wanita yang melayangkan tuduhan tersebut. “Saya tidak terima dan merasa sangat dipermalukan dengan tuduhan ini!” serunya lantang hingga memancing perhatian beberapa pengunjung rumah sakit.

 

Mendapat amukan tersebut, satpam wanita yang dimaksud hanya bisa bungkam tanpa memberikan penjelasan. Sementara itu, dua rekan satpam lainnya berupaya meredam amarah sang ibu muda dengan berkali-kali menyampaikan permohonan maaf atas kesalahpahaman yang terjadi. (*)

Berita Terkait

Dari Kodim ke Tugu Cinta Damai, Merah Putih 2.026 Meter Rajut Kebersamaan di Kaltara
Camat Kresek Jemput Aspirasi, Sapa Warga Sondol
Prof Sutan Nasomal SH,MH Minta Gubernur Sulut Bila Terbukti Pecat Kepsek SMAN 9,Manado provinsi Sulawesi Utara Amoral!!
Dugaan Guru Tempeleng 10 Siswa MTsN Luwu Disorot, Prof. Sutan Nasomal Minta Kemenag Buka Kronologi Kasus Guru Tampar 10 Siswa
Kisah Musdalifa: Gagal Masuk SMP Negeri Terdekat Indralaya Kini Terancam Putus Sekolah, Orang Tua Mohon Solusi Pemerintah
Bakti Kesehatan Hari Bhayangkara ke-80, Polda Riau Gelar 14 Layanan Medis
Ribuan Peserta Lari Lawan Karhutla di ROAD TO Bhayangkara RUN 2026 Pekanbaru
Kalapas Labuhan Ruku Laporkan Dugaan Pencemaran Nama Baik Lewat Podcast YouTube ke Polres Batu Bara

Berita Terkait

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 04:01

Buronan Sabu 98 Kilogram Ditangkap BNN Saat Jalani Sedot Lemak di Salon Kecantikan

Selasa, 16 Juni 2026 - 19:25

Respons Narasi Provokatif terhadap Presiden Prabowo, PP GP Al Washliyah Rilis 4 Pernyataan Sikap

Senin, 15 Juni 2026 - 04:59

Profesor Sutan Nasomal Acungi Jempol Atas Upaya Presiden Prabowo Menekan Berkembangbiak Tikus Ekonomi Grogoti Jalur Eksport Import !!

Senin, 15 Juni 2026 - 04:49

Prof Dr Sutan Nasomal Meminta Presiden RI Tetapkan Hukuman Mati Bagi LGBT

Kamis, 11 Juni 2026 - 16:49

AHY Tak Pernah Minta Bantuan Sony Sonjaya, DPP LPPI Minta Publik Tidak Terprovokasi

Selasa, 9 Juni 2026 - 19:53

Samsuri Calon Presiden RI 2029, Idola Rakyat Indonesia

Selasa, 19 Mei 2026 - 14:19

Himlab Raya Jakarta: Bupati Labusel Layak Diakui sebagai Pemimpin yang Dekat dengan Masyarakat

Selasa, 19 Mei 2026 - 10:01

Seminggu Tanpa Respon, DPP IWO Indonesia Desak Kasatpol PP DKI Jakarta Buka Ruang Dialog Terkait Sengketa Lahan Gudang Cakung

Berita Terbaru

DAERAH

Camat Kresek Jemput Aspirasi, Sapa Warga Sondol

Sabtu, 22 Agu 2026 - 23:00