Diduga Anggota Satpol PP Provinsi Riau Bernama Sardi Lakukan Pengeroyokan Kepada Warga, Korban Minta Keadilan

- Team

Rabu, 25 September 2024 - 09:04

40170 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pekanbaru  |  Pelaku penganiayaan dan pengeroyokan di Daerah Kulim sampai saat ini belum juga ditangkap oleh pihak yang berwajib Polresta Pekanbaru, walaupun identitas serta tempat tinggal mereka sudah diketahui oleh anggota Reserse Polresta.

Peristiwa pengeroyokan terjadi berawal dari sebuah rumah kontrakan di Jl. Selamat, Kel. Pematang kapau ,Kec Kulim, dimana rumah pelaku yang bernama Sardi bersebelahan rumah dengan korban Andika dan Natan (buruh bangunan) yang diketahui Sardi adalah seorang anggota Satpol-PP Provinsi Riau.

Selasa 24/09/2024 siang, pada saat korban pulang dengan menggunakan sepeda motor menuju rumah kontrakan berpapasan dengan pelaku bernama Sardi yang secara tiba tiba menghardik disertai pengancaman kepada korban Andika dan Natan, setelah memaki pelaku lantas mencekik Andika yang dianggap telah berani menjawab kata kata yang dilontarkan oleh Sardi

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Melihat Andika dicekik oleh si pelaku, Natan mendekati berusaha untuk melerai akan tetapi Sardi yang merasa jagoan dan mungkin dia yang paling lama tinggal di daerah kontrakan tersebut malah mencekik leher Natan sambil keluarkan ancaman kepada kedua korban, ke dua korban yakni Andika dan Natan yang karena baru saja pindah di daerah kontrakan memilih mengalah.

Selanjutnya korban Andika dan Natan masuk kedalam rumah kontrakan mengambil barang untuk dibawa ke lokasi pekerjaan mereka, dan diketahui rumah Sardi si pelaku juga berada bersebelahan.

Sampai di lokasi pekerjaan sebuah workshop Andika dan Natan mengadukan kejadian yang mereka alami tadi dirumah kontrakan kepada mandornya yang bernama irul, mendapatkan laporan anggota buruh nya, si mandor lantas mendatangi rumah kontrakan untuk menjumpai si pelaku Sardi, sampai di rumah kontrakan dan bertemu Sardi, irul bertanya

“kenapa anggota saya dimaki dan dicekik, apa salah mereka,’ ujar irul

Bukan kata maaf yang dia dapatkan , si pelaku Sardi yang juga anggota Satpol-PP Provinsi Riau ini malah balik menggertak dan juga keluarkan ancaman “awas kau ya, tunggu saja kau, sambil menelpon kawan kawan nya yang diduga adalah dari sebuah Ormas

Irul lantas pergi dan ajak anggota buruh tadi kembali bekerja, sampai di gudang selang tak berapa lama, tiba tiba si pelaku muncul dengan membawa kawan nya sekitar 20 orang dan lansung melakukan pemukulan dan ada yang memakai kayu broti, karena kalah banyak para buruh bangunan tumbang tanpa perlawanan .

Setelah melakukan pengeroyokan, kawan Sardi yang bernama Iin yang mengaku sebagai ketua Ormas daerah Kulim masih mengintimidasi para buruh dengan meminta seekor kambing sebagai pengganti untuk menegakkan marwah mereka.

Para buruh tidak ada satupun yang sanggupi permintaan Iin si ketua Ormas tersebut, dan sekitar 3 jam Sardi cs berada di lokasi workshop dan merasa puas lantas meninggalkan tempat kejadian, para buruh segera menghubungi pimpinan mereka sdr R.

Mendapatkan kabar anggota nya di pukuli dan dikeroyok sdr R bergegas menuju lokasi dan membawa mereka ke Polresta Pekanbaru untuk membuat laporan resmi dan juga mengantarkan anggota nya untuk visum.

Kepada awak media, sdr R menyampaikan, kepada bapak Pj Gubernur Riau agar bisa memberikan sangsi tegas kepada pelaku pengeroyokan yang bernama Sardi karena Sardi adalah anggota Satpol-PP di Provinsi Riau, dan juga kepada Bapak Kapolresta Pekanbaru agar memerintah kan anggota nya turun dan tangkap si pelaku karena perbuatan mereka sudah tidak manusiawi.

Dihubungi melalui via whatsapp, Kasat Reskrim Polresta pekanbaru Kompol Bery tidak menjawab pesan sampai berita ini terbit.

(Monchai)

Berita Terkait

SMA Negeri Plus Provinsi Riau Tempuh Jalur Klarifikasi, Media Diminta Tak Sebar Berita Sepihak
Dinas Pendidikan Provinsi Riau Bersama SMA Negeri Plus Gelar Pembersihan Lingkungan Demi Cegah Penyakit
TNI-Polri di Riau Gelar Patroli dan Bakti Sosial Bersama, Wujudkan Sinergitas dan Soliditas Antar Instansi
LHMB Konsolidasi Kekuatan, Seluruh Panglima Muda Dikerahkan untuk Apel Akbar di Pekanbaru
Menggugah Rasa Kebangsaan, Polda Riau Gelar Lomba Cipta dan Baca Puisi yang Puncaknya Berlangsung di Rumah Singgah Tuan Kadi
Penguatan Penyidikan Berbasis Ilmiah, Puslabfor Polri Supervisi Layanan Forensik di Wilayah Hukum Polda Riau
BEM Se-Riau Tolak Kedatangan Adian Napitupulu yang Dinilai Ganggu Upaya Pemulihan Hutan Taman Nasional Tesso Nilo
Negara Ambil Alih 1 Juta Hektare Kawasan Hutan: Dari Eksekusi PT Torganda Hingga Polemik Penyerahan Lahan ke Agrinas Palma

Berita Terkait

Kamis, 23 April 2026 - 21:09

Samsudin Tajmal Desak Polda Aceh Tangkap Pelaku dan Aktor Intelektual Spanduk Provokatif yang Rusak Demokrasi Lokal

Rabu, 22 April 2026 - 19:06

Saat Spanduk Fitnah Menjadi Senjata, Runtuhkah Demokrasi dan Nama Baik Aceh Tenggara?

Selasa, 21 April 2026 - 14:53

PeTA Aceh Tenggara Temukan Dugaan Skenario Politik Terselubung di Balik Penyebaran Spanduk Fitnah Bupati

Sabtu, 28 Maret 2026 - 05:03

Sat Narkoba Polres Agara Amankan 11 Paket Ganja Seberat 17,8 Kilogram di Kecamatan Ketambe

Senin, 16 Maret 2026 - 17:06

LSM KOMPAK Aceh Tenggara Desak Media Online Segera Ralat Berita Tendensius yang Menghakimi Bupati HM Salim Fakhry

Senin, 16 Februari 2026 - 12:24

Dari Duka Menuju Ceria: Aksi Trauma Healing Polres Aceh Tenggara Bersama STIK 83/WPS di Tengah Dampak Banjir Aceh Tenggara

Senin, 16 Februari 2026 - 11:48

Polres Aceh Tenggara dan Mahasiswa STIK Angkatan 83/WPS Kurve Bersihkan Rumah Warga Terdampak Banjir di Desa Penungkunan

Senin, 16 Februari 2026 - 11:18

Satresnarkoba Polres Aceh Tenggara Tegaskan Narkoba Musuh Bersama, Ajak Masyarakat Tidak Diam

Berita Terbaru