ACEH TENGGARA KRIMINAL24.COM | Terjadinya banjir bandang Melanda Pemukiman wilayah Aceh tenggara baru baru ini, kedatangan Tririsma Harini Menteri Sosial Repobelik Indonesia ( RI) ke Aceh tenggara terlihat kecewa atas kinerja Pemkab Aceh Tenggara, terkait dalam menangani penanggulangan banjir sungai di bumi Sepakat Segenep mendapat sorotan. Pasalnya, pengerukan aliran sungai yang tidak maksimal sehingga penyebab banjir berulang-ulang terjadi di Aceh Tenggara.
Bobroknya Pemkab menangani penanggulangan pasca banjir, selain mendapat sorotan juga mencuat dan mulai menjadi perbincangan hangat di tengah-tengah masyarakat luas di Aceh Tenggara.
Seperti yang disampaikan Ketua LSM Penjara Provinsi Aceh Pajri Gegoh kepada Kriminal24.Com Jumat 1 Desember 2023 bahwa Pj Bupati Syakir dianggap tak becus menangani penanggulangan banjir.
“Selain hobi keluar darerah, Syakir juga hanya tahunya rapat-rapat sama OPD, apa yang dilakukan Syakir untuk Aceh Tenggara kebanyakan sebagai pencitraan saja,” ketusnya.
“Banyak hal aneh dan pencitraan karena sejatinya itu justru akan membuka ketidakmampuan dia dalam bekerja. Syakir dinilai tak mampu bekerja. Semua ucapannya dinilai tak terbukti dengan praktik lapangan, wacana penangan permasalahan tak terbukti dengan realita yang ada di lapangan,” tambahnya.
Jika tidak mampu menangani penanggulangan banjir, menurutnya, lebih baik Pj Bupati mundur atau memutasikan Kalaksa BPBD. Dia memastikan masih banyak pejabat yang mampu bekerja menangani penanggulangan banjir dan banjir bandang.
“Karena kita sedih melihat musibah banjir sungai dan banjir bandang yang terjadi pada beberapa waktu lalu sempat merenggut korban jiwa ini juga meluluhlantakan pemukiman warga bukan sedikit kerugian harta benda diperkirakan hingga mencapai miliaran rupiah,” ujarnya sedih.
Dikatakan, untuk apa rapat-rapat koordinasi yang dipimpin Pj Bupati atau Plt Sekda hasilnya tetap mengecewakan bagi masyarakat yang terdampak banjir. “Pengerukan sungai saja tidak becus sehingga membuat Mensos kecewa dan menggerutu terkait pengerukan aliran sungai yang menurutnya kurang maksimal,” ujar Pajri Gegoh kecewa.
(Dewan Redaksi Salihan)






