JAKARTA – Direktorat Tindak Pidana Umum Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri mengungkap jaringan judi online berskala internasional yang beroperasi di Indonesia. Sindikat tersebut menggunakan modus baru dengan memanfaatkan pulsa telepon seluler sebagai sarana deposit bagi pemain.
Direktur Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri Brigjen Pol Wira Satya Triputra mengatakan jaringan tersebut mengoperasikan situs judi online bernama Pujangbet. Pengelolaan situs disebut dikendalikan admin yang berada di Kamboja, sementara operasionalnya menyasar pemain di Indonesia.
Untuk menjangkau pengguna domestik, jaringan tersebut menggunakan domain dengan alamat Indonesia. Polisi kemudian melakukan penindakan secara serentak di sejumlah wilayah, antara lain Jakarta, Tangerang, Medan, dan Pekanbaru.
Dalam menjalankan aksinya, sindikat tersebut tidak menggunakan mekanisme deposit konvensional. Para pemain melakukan deposit menggunakan pulsa telepon seluler yang kemudian dikumpulkan oleh jaringan pengelola.
Pulsa yang terkumpul selanjutnya dikonversi atau dijual kembali oleh admin yang berada di Kamboja kepada distributor di Indonesia. Pulsa tersebut disebut dijual dengan harga di bawah harga pasar.
Modus tersebut menjadi salah satu bagian yang didalami penyidik karena diduga digunakan untuk mengelola aliran dana dari aktivitas perjudian online. Penggunaan pulsa sebagai alat deposit juga dinilai membuat transaksi jaringan tersebut memiliki pola yang berbeda dibandingkan metode pembayaran judi online pada umumnya.
Dalam pengungkapan kasus ini, kepolisian bekerja sama dengan Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) untuk menelusuri transaksi keuangan yang berkaitan dengan aktivitas jaringan tersebut.
Berdasarkan hasil analisis bersama, perputaran uang dalam jaringan judi online itu mencapai sekitar Rp890 miliar. Nilai tersebut dihitung berdasarkan aktivitas perjudian yang berlangsung sejak April 2025 hingga April 2026.
Angka tersebut menunjukkan besarnya skala operasi jaringan yang menyasar pengguna di Indonesia meskipun pengendalian situs dilakukan dari luar negeri. Karena itu, penyidik masih mendalami aliran dana serta pihak-pihak lain yang diduga terlibat dalam jaringan tersebut.
Polisi juga terus mengembangkan penyidikan untuk mengungkap struktur jaringan dan memutus rantai operasional perjudian online tersebut. Pengembangan perkara dilakukan untuk memastikan aktivitas perjudian tidak kembali beroperasi dengan menggunakan pola maupun jaringan baru.
Pengungkapan ini menjadi bagian dari upaya kepolisian memberantas perjudian online yang memanfaatkan teknologi digital dan sistem pembayaran alternatif. Penelusuran aliran transaksi menjadi salah satu langkah penting untuk mengungkap pihak yang berada di balik jaringan sekaligus mencegah praktik serupa kembali berkembang.

























