Aktivis: Stop Provokasi Narasi TNI Ciptakan Darurat Militer

- Team

Rabu, 10 September 2025 - 08:33

40158 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta, 10 September 2025 |  Sehubungan dengan beredarnya sejumlah konten hoaks dan pemberitaan tidak berdasar yang menuduh keterlibatan prajurit Tentara Nasional Indonesia (TNI) sebagai provokator dalam berbagai aksi unjuk rasa yang terjadi belakangan ini, dengan ini kami Pimpinan Wilayah Gerakan Pemuda Al Washliyah ( PW GPA ) Prov DKI Jakarta

Seperti narasi tiduhan provokasi penciptaan darurat militer yang disampaikan beberapa pihak untuk didalami oleh komunitas intelijen guna mencegah terciptanya persepsi yang salah di pikiran masyarakat, salah satunya yang berasal dari pegiat media sosial Ferry Irwandi.

Kami mengecam keras pernyataan Ferry soal TNI, pernyataan Ferry menggiring opini dan memanipulasi fakta karena secara sengaja membentuk persepsi publik yang salah tentang TNI.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Pernyataan Ferry sangat tendensius mengarah kepada berpotensi merusak keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dan merusak citra TNI sebagai institusi,”

Kami meminta aparat penegak hukum (APH) segera mengambil tindakan tegas atas pernyataan Ferry guna menjaga wibawa TNI, keamanan nasional, dan persatuan nasional.

Kami menegaskan bahwa tuduhan tersebut tidak benar, dan menyesatkan publik dan tidak memiliki dasar fakta yang dapat dipertanggungjawabkan.

TNI adalah institusi negara yang bersifat netral, profesional, dan senantiasa menjunjung tinggi prinsip demokrasi serta supremasi hukum. Dalam setiap dinamika sosial yang melibatkan masyarakat, TNI senantiasa bertindak berdasarkan perintah dan tugas konstitusional, yaitu menjaga keutuhan NKRI, kedaulatan negara, serta membantu pemerintah dalam menegakkan stabilitas nasional.

Kami mengecam upaya penyebaran disinformasi yang bertujuan mencemarkan nama baik institusi TNI, memecah belah kepercayaan publik, serta memperkeruh suasana di tengah masyarakat. Narasi provokatif seperti ini tidak hanya berbahaya, tetapi juga dapat menimbulkan konflik horizontal dan mengancam persatuan bangsa.

Malah kami melihat TNI terlihat membantu kepolisian meredam emosi demonstran, seperti yang terjadi beberapa waktu lalu
Aksi demonstrasi gabungan ojol, rakyat dan mahasiswa di berbagai titik di Indonesia

Kehadiran para personel TNI dengan cara humanis dan pendekatan persuasif mampu meredam emosi dan suasana kondusif. Puluhan prajurit TNI hadir dengan cara-cara simpatik, berupaya mendinginkan suasana dengan mengajak massa untuk berdialog serta duduk bersama.

Di lapangan, terlihat personel TNI aktif mengimbau demonstran untuk tidak melakukan tindakan provokatif maupun pelemparan terhadap aparat. Dan kemudian massa diajak berdiskusi secara damai agar aspirasi dapat tersampaikan dengan baik. Para demonstran di minta untuk menahan diri dan menjaga ketertiban, sehingga massa merasa nyaman dan percaya dengan kehadiran para prajurit TNI tersebut,

Selain melakukan pendekatan persuasif, prajurit TNI juga turut bergotong-royong membersihkan sisa-sisa sampah aksi bersama masyarakat sekitar, sekaligus membagikan logistik berupa air minum kepada massa dan warga di lokasi. Tak hanya itu, TNI bersama aparat terkait juga mengevakuasi serta mengangkut mobil yang dibakar massa, guna mencegah potensi bahaya dan mengembalikan kelancaran arus lalu lintas.

Melalui siaran persnya Ketua Pimpinan Wilayah Gerakan Pemuda Al Washliyah ( PW GPA ) DKI Jakarta Dedi Siregar mengatakan bahwa langkah TNI menunjukkan komitmen untuk selalu hadir bersama rakyat untuk menjaga kerukunan, kesatuan dan persatuan untuk menjaga stabilitas nasional.

Pendekatan yang dilakukan oleh TNI dalam rangka menjaga stabilitas keamanan patut di apresiasi karena mereka dapat di terima dengan baik oleh massa demo, mereka mampu membuat simpati rakyat dengan mendinginkan suasana.

Untuk itu saya mengajak semua komponen masyarakat memberi dukungan pada TNI untuk terus kokoh menjaga politik kebangsaan dan kenegaraan demi keutuhan dan kejayaan NKRI. TNI ini saya kira sangat penting buat TNI melakukan sosialisasi sekaligus menegaskan bahwa mereka terpanggil untuk menjaga keamanan dan ketertiban dalam proses politik di dalam negeri. Selain itu juga Dedi Siregar menegaskan, secara institusional TNI harus senantiasa menjaga profesionalitasnya agar kecintaan dan kepercayaan rakyat tak berkurang pada tentara kebanggaan mereka.

Dengan keberhasilan prajurit TNI yang mampu menjaga kondisi keamanan saat demo kemaren saya yakin TNI akan menjadi kekuatan pertahanan negara yang makin disegani dan dapat dipercaya oleh seluruh rakyat Indonesia. Mereka bukan hanya berada di garis terdepan menjaga kedamaian dan kedaulatan, tapi juga terdepan di hati rakyat,”

Oleh dari itu kami meminta stop tuduhan hoalk dan narasi yang menyesatkan menuduh TNI dengan opini negatif dengan maksud tertentu

Kami mengajak seluruh elemen masyarakat untuk lebih cermat dalam menyaring informasi, tidak mudah terprovokasi oleh konten yang belum terverifikasi, serta mendukung upaya bersama dalam menjaga ketertiban dan kedamaian nasional.

Kepada pihak-pihak yang sengaja menyebarkan hoaks, kami memperingatkan bahwa tindakan tersebut dapat dikenakan sanksi hukum sesuai dengan perundang-undangan yang berlaku, termasuk Undang-Undang ITE dan KUHP. kebenaran informasi di ruang publik. Mari kita jaga bersama keutuhan bangsa dengan menjunjung tinggi etika, fakta, dan rasa hormat terhadap institusi negara.

Salam Hormat,
Pimpinan Wilayah
Gerakan Pemuda Al Washliyah
Prov. DKI Jakarta

Dedi Siregar
Ketua PW GPA DKI Jakarta

Berita Terkait

Himlab Raya Jakarta: Bupati Labusel Layak Diakui sebagai Pemimpin yang Dekat dengan Masyarakat
Seminggu Tanpa Respon, DPP IWO Indonesia Desak Kasatpol PP DKI Jakarta Buka Ruang Dialog Terkait Sengketa Lahan Gudang Cakung
Program Makan Bergizi Gratis Sudah Tepat Dilanjutkan, Narasi “Hentikan MBG” Dinilai Menghambat Kemajuan Anak Bangsa
Ibu Muda Berjuang 12 Tahun Mencari Keadilan Atas Lelang Fiktif Bank Mega, Indikasi Diduga Pemalsuan Tanda Tangan Pada APHT
DPP LIPPI: Stop Framing Menyesatkan Terhadap Zulkifli Hasan, Narasi Negatif Itu adalah Hoaks
ALL STAR, Memiliki Peran Sosial Dalam Mencegah Konflik & Tawuran Remaja
Kiamat Bagi Faisal Amsir, Buru Sang Predator Seksual yang Licin bagai Belut
Refleksi Satu Tahun Bupati Labusel, HIMLAB Raya Jakarta Tegaskan Komitmen Dukungan Pembangunan

Berita Terkait

Kamis, 28 Mei 2026 - 17:31

Unit Lingkaber Polres Karo Bubarkan Kelompok Remaja, Potensi Tawuran dan Balap Liar Berhasil Dicegah

Kamis, 28 Mei 2026 - 17:29

Seorang Pria Lansia Diamankan Polsek Berastagi, Tanam Ganja 14 Batang di Ladangan

Senin, 25 Mei 2026 - 19:02

Kapolres Karo Bentuk Tim Lingkaber, “Kelelawar” Demi Keamanan Malam untuk Upaya Cegah Kejahatan

Kamis, 21 Mei 2026 - 11:19

Polsek Munte Gelar Fasilitasi Mediasi – Pelajar Dua Desa Berdamai

Kamis, 21 Mei 2026 - 11:19

8 Batang Pohon Ganja ditemukan di ladang Warga, Polres Karo Amankan Tersangka HSG

Rabu, 15 April 2026 - 16:48

Seorang Pria Diciduk Satresnarkoba Polres Karo di Pinggir Jalan Merek–Siantar

Sabtu, 28 Maret 2026 - 13:46

Polsek Simpang Empat Gelar Pengamanan Pesta Tahunan di Desa Ndeskati

Jumat, 27 Maret 2026 - 17:33

Bupati Karo Buka Musrenbang RKPD 2027 : Fokus pada Ketahanan Pangan, Kemandirian Fiskal, dan Sinergi Kawasan

Berita Terbaru