Miris, Ibu Penderita Kangker Mata Menahan Rasa Sakit, Tak Ada Biaya untuk Berobat

- Team

Rabu, 27 Maret 2024 - 14:32

40159 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

MEDAN

Miris ! Asina boru Sinambela ibu malang tiga orang anak harus menahan rasa sakit yang dideritanya dan kini terus terbaring lantaran tidak mempunyai biaya untuk berobat

Berdasarkan didiagnosa dokter Rumah Sakit Umum (RSU) Pringadi Medan, prempuan berusia 47 tahun, warga Jalan Menteng VII Gang Famili Kelurahan Binjai Kecamatan Medan Denai Kota Medan ini menderita kanker mata pada bagian mata sebelah kirinya selama 11 bulan lamanya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Asina boru Sinambela yang kini tinggal bersama suaminya Dedi Aritonang (49) yang sebelumya bekerja sebagai tukang las dan sekarang tidak lagi bekerja karna  menderita penyakit diabetes atau kencing manis terus berjuang melawan penyakitnya dengan kondisi semakin hari semakin parah.

Saat dijambangi awak media ini, Dedi Aritonang mengaku, selain tidak mempunyai biaya untuk mengobati istri maupun dirinya kini ketiga anaknya juga terancam putus sekolah disebabkan tidak mempunyai biaya dikarnakan penyakit yang diderita istri dan dirinya cukup parah tak kunjung sembuh.

Dedi Aritonang mengatakan, pada hal untuk mengobati istrinya sudah beberapa Rumah sakit diantaranya dibawa, ke Puskesmas, RSU Estomihi, RSU Madani, RSU Pringadi dan RSU Pusat H Adam Malik, namun di Rumah Sakit Pusat H Adam Malik tidak diterima dengan alasan penuh dan akhirnya istrinya dirawat di RS Pringadi.

Bahkan kata Dedi, kalau istrinya sudah sempat kemoterapi di Rumah Sakit Umum (RSU) Pringadi, setelah beberapa hari, lalu disuruh pulang, tapi hasilnya tetap tidak ada perubahan dan saat ini hanya bisa terbaring menahan sakit dan badan istrinya makin hari mangkin kurus.

“Sekarang saya hanya bisa pasrah
apalah daya, jangankan untuk biaya berobat untuk makan sehari hari pun dirinya kesulitan mencari uang, mau bayar pakai apa pak kami BPJS tidak ada, hanya punya kartu berobat gratis,”ucap Dedi sembari duduk dikursi Rabu (27/3/24) sore

Selain menahan rasa sakit yang dideritanya Asina boru Sinambela, Dedi  juga mengatakan istrinya itu sulit untuk tidur dan hanya bisa terbaring miring diatas tilam saja serta kondisi tubuhnya pun semakin hari semakin memburuk siang malam susah tidur napasnya sesak dan tubuh semangkin hari semangkin kurus.

Dirinya berharap ada para dermawan yang mau membantu untuk penyembuhan penyakit yang diderita istrinya bisa sembuh. “Kami sangat berharap dan berterima kasih kalau ada para dermawan yang ingin membantu untuk kesembuhan isrtri saya,” harapnya.

Tak hanya itu, yang lebih menyedihkan lagi, kalau anak-anaknya kini terancam putus sekolah,seperti anaknya bernama Delasia Magdalena Aritonang Kelas 8 ,Abadi Aritonang (15) pelajar di SMK negeri 2 Medan jurusan TKR terganggu sekolahnya karena  harus merawat dan membawa ibunya rutin ke RS Pringadi.

“Jujur saja kami sangat membutuhkan perhatian dan uluran tangan dermawan dan kepedulian sosial, karna saya saat ini terkena penyakit diabetes sedangkan ibunya kena kanker mata sebagai anak ke 2 dari 3 bersaudara harus rutin menjaga kedua orang tuanya yang butuh perawatan dan perhatian,”ucap Dedi dengan suara parau menahan tangis (wadeh)

Berita Terkait

Langkah Nyata Pemasyarakatan: Gabungkan Razia Ketat dan Penyuluhan Bahaya Narkoba demi Transformasi Pembinaan
KOMITMEN TEGAS! Rutan Perempuan Medan Laksanakan Ikrar Pemasyarakatan Bersih
Polda Sumut Resmi Pecat Kompol DK Melalui Sidang Komisi Kode Etik Profesi Polri
Lapas Kelas I Medan Hadirkan Layanan Administrasi Kependudukan bagi 604 WBP, Wujud Nyata Pelayanan Prima HBP ke-62
Semarak HBP Ke-62, Bazar Ditjenpas Sumut Diserbu Warga dan Tampilkan Karya Warga Binaan
Dugaan Penipuan dan Penggelapan oleh PT Mandiri Ekspres Sejahtera Gadai, Nasabah Desak Polisi Segera Bertindak
Masa Akan Aksi Demo ke Polrestabes Medan Meminta Kapolresatbes Medan Menghentikan Kasus Korban Maling Menjadi Tersangka
Bupati Karo Hadiri Pelantikan Rektor USU Periode 2026–2031

Berita Terkait

Selasa, 12 Mei 2026 - 19:05

LIRA Desak Penegakan Hukum atas PT Rosin: Tidak Ada Negara di Atas Negara

Kamis, 7 Mei 2026 - 01:48

Perubahan Nama Tidak Menghapus Pertanggungjawaban Pidana Korporasi, Polda Aceh Diminta Turun Tangan

Rabu, 6 Mei 2026 - 22:35

Dari Limbah Hingga BBM Pabrik, PT Rosin Kian Dipersepsikan Seolah Kebal Hukum

Selasa, 5 Mei 2026 - 10:49

Wujud Apresiasi dan Motivasi, Kapolres Gayo Lues Berikan Penghargaan kepada Personel Terbaik, Terima Apresiasi dari IDI

Selasa, 28 April 2026 - 20:55

Masalah Izin yang Belum Tuntas Membuat PT Rosin Trading Internasional Terus Didesak Untuk Diperiksa

Minggu, 26 April 2026 - 15:40

PT Rosin Internasional dan Pertanyaan Besar soal Pengelolaan Limbah di Gayo Lues

Kamis, 23 April 2026 - 12:48

Satreskrim Polres Gayo Lues Gelar Rekonstruksi Kasus Curat Dokter Wanita, 25 Adegan Diperagakan Tersangka

Rabu, 22 April 2026 - 17:27

Antisipasi Karhutla, Polres Gayo Lues Sebar Imbauan di Titik Rawan

Berita Terbaru