KPK Diminta Kaji Ulang Opini WTP Kota Subulussalam 2023 Terlilit Utang Akibatkan Birokrasi Pemko Lumpuh

- Team

Sabtu, 15 Juni 2024 - 09:41

40193 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUBULUSSALAM ACEH – Ditahun 2023 lalu rata – rata baik para kepala SKPK, termasuk Camat, Tenaga Medis, Guru, Kepala Kampong, Kontraktor mengeluh karena tidak bisa melakukan aktifitas rutin sebagaimana layaknya Kab/Kota lainnya di Aceh dikarenaken tidak tersalurnya anggaran di sebabkan tidak ada uang di Kas Daerah, Sabtu (15/6/2024)

Di tahun 2023 hiruk pikuk tuntutan demi tuntutan dari sejumlah kalangan tenaga honor SKPK, para Guru Satifikasi, dan banyak lainnya meramaikan beranda Grup WhatsApp, dan Link media sosial lainnya. Naifnya tidak ada keterang Pers resmi dari pemangku kebijakan Pemko apa asban musababnya selai kata Devisit dan tidak ada uang di Kas daerah.

Di 2023 lalu para Kepala SKPK mengeluh banyak terlilit hutang untuk memenuhi kebutuhan Operasional kantor dan tidak jarang mereka merogoh kantong menggunakan uang pribadi demi tetap berjalannya pelayanan maksimal dikantornya. Yang lebih naifnya lagi, para kepala SKPK menjadi korban imbas kemarahan publik seakan tidak mampu menjalankan beban kerja dengan baik, digunjing, dikritik, disudutkan, dimaki, dipalang pintu ruang kerjanya, didemo, tapi para kepala SKPK itu terlihap pasrah dengan berkata, ” Tidak Ada Uang “.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dasar Press Release Pj. Walikota Subulussalam Azhar, S.Ag.,M.Si kemarin Jum’at, 14 Juni 2024 dalam upayanya mengatasi Devisit alias Utang Negeri Betuah Syech Hamzah Fansury yang di dengung – dengungkan Kota Santri menjadi bukti buruknya penatausahaan pengelolaan keuangan selama ini.

Penjabat (Pj) Wali Kota Subulussalam Azhari, S.Ag., M.Si, telah memerintahkan Tim Anggaran Pemerintah Kota (TAPK) Subulussalam untuk membuat konsep penatausahaan keuangan yang baik dan tepat.

Menurut Azhari, “persoalan keuangan daerah Kota Subulussalam tersebut terjadi karena Tingginya Pembiayaan Belanja Daerah dari pada Penerimaan Daerah Tahun Sebelumnya, sehingga menimbulkan Defisit Keuangan yang membebani APBK Subulussalam tahun anggaran 2024,”cetus Azhari

Lanjutnya lagi, “Tidak seharusnya semua ini terjadi, untuk dapat diketahui bersama, bahwa DAU reguler setiap tahunnya diutamakan untuk membiayai belanja pegawai dan operasional perkantoran,
Tidak sampai hati melihat keluhan sejumlah kalangan terkait, “kata Azhari

Akhirnya pada melalui press release kemari Pj Wali Kota Subulussalam mengeluarkan komitmen Pemprioritaskan pembayaran kewajiban daerah pada belanja-belanja 2024 untuk menyelsaikan persoalan ditahun sebelumya seperti :

1. Membayar cicilan utang jatuh tempo (PEN) yang sudah menunggak sejak bulan Desember 2023
2. Sisa TPP PNS tahun 2023
3. Alokasi Dana Kampong Tahap IV tahun 2023
4. Sertifikasi Guru
5. Insentif Tenaga Medis RSUD
6. Belanja Operasional Mukim
7. Kewajiban terhadap kegiatan yang bersumber dari dana peruntukan seperti utang dana DAK, DOKA, dan dana peruntukan lainnya;
8. Belanja Beasiswa dan Sewa Asrama Mahasiswa
9. Belanja operasional rutin perkantoran sesuai kebutuhan
10. Belanja pelayanan publik lainnya sesuai kemampuan kas daerah saat ini.

Selain itu Pj. Walikota Subulussalam berkomitmen juga mengalokasikan dana untuk membiayai kegiatan-kegiatan tahun berjalan terutama dari sumber dana DOKA, DAK dan sumber dana spesifik lainnya,

“Karena bila tidak dialokasikan dananya maka progres pembangunan daerah tahun ini bisa tidak terealisasi sama sekali,” pungkas Azhari.

Terkait penyelesaian Devisit, dari sumber rilis Serambinews tayang pada Rabu, 29 September 2021 17:37 WIB, Pemangku Kebijakan Pemko Subulussalam Ambil Langkah Tegas, Pangkas Sejumlah Anggaran Satuan Kerja Perangkat Kota (SKPK) agar berada diposisi Devisit Nol ( Zerro Devisit) dengan menunda sejumlah kegiatan dan akan diteruskan ditahun berikutnya.

Masih dari sumber yang sama, dalam keterangan pers didampingi Sekdako Taufit Hidayat dan Kepala Bappeda H.Ramadhan, ST,MM sebelum penyusunan raqan APBK-P tahun 2021 Pemko Subulussalam defisit anggaran mencapai Rp 115 milyar lebih.

Selanjutnya, Pemko Subulussalam melakukan langkah-langkah penyelesaiannya melalui pembahasan pada sidang TAPK dan Banggar DPRK Kota Subulussalam.

Dalam rapat itu disepakati melakukan pembiayaan dari PT Sarana Multi Infrastruktur (Persero) dengan program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN), mereka berpandangan PEN merupakan salah satu rangkaian kegiatan untuk mengurangi dampak Covid-19 terhadap perekonomian;

Hal itu disepakati kedua belah pihak antara Eksekutif dan Legislatif pada Sidang Paripurna DPRK Kota Subulussalam, Selasa (28/9/2021).

Namun pada kenyataan nya pada 14 Juni 2024 dalam press releasenya Pj. Walikota Subulussalam menyatakan, ” Tidak semudah membalikkan telapak tangan dalam menyelesaikan persoalan pembiayaan kewajiban daerah pada tahun 2024 ini, butuh tenaga ekstra dalam menyusun konsep dan strategi terhadap penyelasaian kewajiban daerah tersebut,” tegas Azhari

Seperti pernyataan Azhari, penyebabnya lebih besar belanja dari pada Pendapatan, lalu Siapa yang memaksakan belanja itu, Untuk dan Kemana dibelanjakan, siapa yang Diuntungkan disitu.

Dengan meminjam dana PEN 108 Miliyar + Pemangkasan Anggaran kegiatan Besar – besaran di 2021 agar Devisit Nol ( Zerro Devisit ) namun nyatanya hingga kini masih Devisit, dikemanakan Uang PEN dan Uang hasil pemangkasan kegiatan SKPK saat itu.

Layakkah Pemko Subulussalam mendapatkan Opini Wajar Tanpa Pengecualian ( WTP ) dari Badan Pemeriksa Keuangan ( BPK ) Republik Indonesia ( R.I ) sementara FAKTANYA Keuangan Devisit atau Berhutang,

Rakyat Sulit, dan Birokrasi Lumpuh, Sudah selayaknya Komisi Pemberantasa Korupsi ( KPK ) melakukan pengkajian ulang atas lahirnya Opini WTP setiap tahunnya di Kota Subulussalam – Aceh ini.[•]

Berita Terkait

Kaca Mobil Wartawan Pecah Dilempar OTK, Penegakan Hukum Diperkuat
Surat Terbuka tentang Lae Mbetar yang Tak Lagi Tenang: Sebuah Seruan untuk Menegakkan Kedisiplinan dan Kemanusiaan
Dari Warung ke Ruang Sunyi: Fitnah Abdul Malik Membunuh Nafkah Pelan-Pelan
Fitnah Tempat Maksiat Berujung Pelaporan, Bu Suriani Subulussalam Tempuh Jalur Polisi
Perubahan Nyata di Subulussalam: Rumah Warga Miskin Dibedah, Harapan Baru Tumbuh Bersama Kodim 0118
Dana Desa Diduga Dijadikan Alat Transaksi oleh Oknum Kecamatan, Publik Desak APH Bongkar Dugaan Korupsi Sistematis
Wartawan SPJ Tuding Ketua AWNI Subulussalam ‘Sok Berpihak’ pada Pemerintah Desa
Warga Mendilam: Kami Bersuara Berdasarkan Fakta, Bukan Karena Kepentingan Politik

Berita Terkait

Jumat, 30 Januari 2026 - 01:31

Satresnarkoba Polres Tanah Karo Tangkap Pemuda Diduga Miliki Sabu di Simpang Empat

Sabtu, 24 Januari 2026 - 15:38

Kapolres Tanah Karo Hadiri Pentahbisan Imam Baru Ordo Kapusin di Berastagi, Berjalan Aman dan Kondusif

Selasa, 20 Januari 2026 - 15:08

Kapolres Tanah Karo Hadiri Panen Raya Padi Sawah Dukung Ketahanan Pangan Nasional

Selasa, 20 Januari 2026 - 15:06

Kapolsek Mardingding Gelar Patroli Blue Light Gabungan, Jaga Kamtibmas di Lau Baleng

Selasa, 20 Januari 2026 - 15:05

Pemkab. Karo Panen Raya Padi Sawah di Kecamatan Mardingding, Hasil Upaya Pulihkan Lahan Terdampak Banjir

Senin, 19 Januari 2026 - 13:12

Musyawarah KORMI Laksanakan Pertama di Kabupaten Karo, Tahun 2026

Rabu, 14 Januari 2026 - 22:47

Satreskrim Polres Tanah Karo Amankan Tiga Pelaku Pencurian Kabel Tower

Rabu, 14 Januari 2026 - 22:45

Pemerintah Kabupaten Karo Dukung Penegakan Hukum dan Tegaskan Komitmen Perlindungan Aset Daerah

Berita Terbaru