Kebakaran Pabrik PGT PMI di Gayo Lues: Kebocoran Limbah Getah Picu Api di Tengah Minimnya Sistem Pengamanan?

- Team

Rabu, 13 November 2024 - 03:07

40434 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gayo Lues – Sebuah kebakaran melanda pabrik pengolahan getah pinus milik PGT Pinus Makmur Indonesia, yang merupakan afiliasi PT Krisna Sapta Abadi, di Desa Tungel Baru, Kecamatan Rikit Gaib, Kabupaten Gayo Lues, Aceh, pada Sabtu (9/11/2024).

Peristiwa ini memicu perhatian publik lantaran indikasi minimnya sistem pengamanan di area industri tersebut, khususnya dalam menangani potensi kebocoran limbah yang memicu kebakaran.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kesaksian Warga dan Petugas Desa Tungel Baru

Kebakaran mulai diketahui oleh warga Desa Tungel Baru, yang melaporkan adanya asap tebal dari area pabrik pada sore hari. Menyadari potensi bahaya lebih besar, satu unit mobil pemadam kebakaran dari Kecamatan Rikit Gaib segera dikerahkan. Warga setempat juga turut membantu, bersama dengan personel Polsek Rikit Gaib dan Koramil Rikit Gaib.

Kepala Desa Tungel Baru, dalam konfirmasi dengan Tim Investigasi Timelines Inews Investigasi (TLii), mengungkapkan bahwa kebakaran ini diduga kuat disebabkan oleh kebocoran pada pipa aliran limbah getah pinus. “Kebocoran pipa itu memicu api, dan seluruh limbah langsung terbakar habis,” jelasnya. Meski demikian, ia memastikan bahwa tidak ada korban jiwa atau kerugian material besar yang diderita pabrik.

Minimnya Sistem Keamanan dan Pengawasan?

Peristiwa ini menyoroti dugaan kurangnya upaya pengamanan di fasilitas tersebut. Berdasarkan pemantauan Tim TLii, tidak tampak adanya sistem pengendalian atau pemadam api otomatis di pabrik tersebut. Sumber dalam tim pemadam kebakaran setempat, yang tidak ingin disebutkan namanya, mengungkapkan bahwa sistem pencegahan kebakaran di pabrik tampak kurang memadai, padahal risiko kebakaran dari bahan seperti getah pinus cukup tinggi.

Upaya Konfirmasi ke Manajemen Pabrik

Sampai saat ini, Tim TLii telah berusaha menghubungi manajemen PGT Pinus Makmur Indonesia untuk mengonfirmasi penyebab kebakaran serta klarifikasi terkait sistem pengamanan di pabrik. Namun, belum ada tanggapan resmi dari pihak pabrik.

Beberapa sumber menyebutkan bahwa kondisi pipa-pipa di pabrik tersebut sudah lama digunakan, namun perawatan yang seharusnya dilakukan untuk mencegah insiden tampak tidak dilakukan dengan semestinya.

Kasat Reskrim Polres Gayo Lues, Iptu M. Abidinsyah, yang dikonfirmasi Tim TLii, membenarkan kejadian kebakaran ini, situasi terkendali dan tidak ada korban jiwa atau kerugian material besar.

Kebakaran di pabrik PGT Pinus Makmur Indonesia di Gayo Lues menimbulkan tanda tanya besar terkait standar keselamatan dan pengelolaan limbah di industri pengolahan getah pinus di Aceh. Akankah manajemen perusahaan memberikan jawaban terkait standar pengamanan mereka, atau justru membiarkan kondisi tanpa pembenahan?

Potensi bahaya di masa mendatang cukup nyata mengingat limbah getah pinus merupakan bahan yang mudah terbakar. Proses pengolahan getah juga menghasilkan sisa limbah kimia yang jika tidak dikelola dengan baik, dapat membahayakan lingkungan sekitar dan kesehatan masyarakat. Tanpa sistem pengelolaan limbah yang ketat, kebocoran limbah berisiko menimbulkan insiden serupa atau bahkan kebakaran yang lebih besar.

Pengawasan Industri oleh Pemerintah Daerah Dipertanyakan

Kejadian ini memunculkan pertanyaan serius mengenai pengawasan dari instansi pemerintah daerah terhadap pabrik-pabrik pengolahan di Gayo Lues.

Belum ada pernyataan resmi terkait izin dan pengawasan terhadap limbah industri di pabrik tersebut dari Dinas Lingkungan Hidup dan Dinas Perindustrian setempat.

Minimnya pengawasan yang dilakukan pemerintah terhadap pengelolaan limbah industri. masih ada beberapa pabrik di kawasan Industri di Kecamatan Rikit Gaib Kabupaten Gayo Lues yang tidak memenuhi standar keselamatan lingkungan. “Pengelolaan limbah menjadi PR besar di daerah ini, terutama karena pemerintah masih kurang tegas dalam memberikan sanksi atau teguran kepada industri yang melanggar standar keamanan,” ujarnya.

Kebakaran ini seakan menjadi alarm peringatan bagi perusahaan Getah Pinus lainnya untuk segera melakukan audit keselamatan, serta bagi pemerintah daerah untuk mengevaluasi pengawasan industri. Insiden ini bukan hanya soal api yang padam, namun juga soal keselamatan lingkungan dan tanggung jawab industri terhadap masyarakat sekitar. Akankah langkah konkrit segera dilakukan, atau justru ini menjadi peristiwa yang berlalu tanpa tindakan nyata? (Tim)

Berita Terkait

Produksi Ilegal PT Hopson Berulang Kali Terjadi di Gayo Lues, Di Mana Pengawasan yang Dijanjikan?
Warga Putri Betung Diterkam Harimau Saat Bekerja di Kebun, Kapolsek Imbau Masyarakat Tingkatkan Kewaspadaan
LIRA Desak Penegakan Hukum atas PT Rosin: Tidak Ada Negara di Atas Negara
Gerakan Kebangsaan: Survei Sanksi Adalah Perintah Negara, Bukan Sekedar Ritual Administrasi untuk PT Rosin
Perubahan Nama Tidak Menghapus Pertanggungjawaban Pidana Korporasi, Polda Aceh Diminta Turun Tangan
Dari Limbah Hingga BBM Pabrik, PT Rosin Kian Dipersepsikan Seolah Kebal Hukum
Wujud Apresiasi dan Motivasi, Kapolres Gayo Lues Berikan Penghargaan kepada Personel Terbaik, Terima Apresiasi dari IDI
Masalah Izin yang Belum Tuntas Membuat PT Rosin Trading Internasional Terus Didesak Untuk Diperiksa

Berita Terkait

Kamis, 28 Mei 2026 - 17:31

Unit Lingkaber Polres Karo Bubarkan Kelompok Remaja, Potensi Tawuran dan Balap Liar Berhasil Dicegah

Kamis, 28 Mei 2026 - 17:29

Seorang Pria Lansia Diamankan Polsek Berastagi, Tanam Ganja 14 Batang di Ladangan

Senin, 25 Mei 2026 - 19:02

Kapolres Karo Bentuk Tim Lingkaber, “Kelelawar” Demi Keamanan Malam untuk Upaya Cegah Kejahatan

Kamis, 21 Mei 2026 - 11:19

Polsek Munte Gelar Fasilitasi Mediasi – Pelajar Dua Desa Berdamai

Kamis, 21 Mei 2026 - 11:19

8 Batang Pohon Ganja ditemukan di ladang Warga, Polres Karo Amankan Tersangka HSG

Rabu, 15 April 2026 - 16:48

Seorang Pria Diciduk Satresnarkoba Polres Karo di Pinggir Jalan Merek–Siantar

Sabtu, 28 Maret 2026 - 13:46

Polsek Simpang Empat Gelar Pengamanan Pesta Tahunan di Desa Ndeskati

Jumat, 27 Maret 2026 - 17:33

Bupati Karo Buka Musrenbang RKPD 2027 : Fokus pada Ketahanan Pangan, Kemandirian Fiskal, dan Sinergi Kawasan

Berita Terbaru