Milenial Jaga Kondusivitas Pemilu 2024

KRIMINAL 24

- Team

Jumat, 15 September 2023 - 03:40

40316 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta – Pemilihan Umum 2024 menjadi salah satu momen penting suatu negara dalam dunia politik. Berubah dan berkembangnya dinamika politik mendorong generasi milenial dan gen z mengetahui perubahan-perubahan yang terjadi dalam perpolitikan Indonesia. Generasi milenial perlu tahu gambaran masa depan politik Indonesia serta mengantisipasi terjadinya perubahan. Stabilitas politik dan penyelenggaraan Pemilu Serentak 2024 perlu dijaga.

Terlebih dinamika tahapan Pemilu mulai dari Pemilihan Umum Presiden dan Wakil Presiden, Pemilu Legislatif, hingga Pilkada akan memarnai pesta demokrasi kali ini.

Komposisi Capres Cawaspres dalam Pemilu 2024 masih sangat dinamis. Pada Pemilu 2024 akan didominasi oleh pemilih muda yaitu kaum muda atau milenial. Keterlibatan kaum milenial menjadi tonggak pemersatu bangsa agar ikatan kebangsaan tidak terpecah belah oleh pihak-pihak yang ingin menghancurkan bangsa Indonesia ini. Sebanyak 80% pemilih muda diprediksi akan menggunakan hak pilihnya pada pemilu 2024.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Selain itu, pada tahun 2024 akan menjadi momen krusial bagi pemilih muda dalam mengeluarkan dan menyuarakan hak pilihnya untuk menentukan arah masa depan bangsa Indonesia.

Komisi Pemilihan Umum (KPU) telah mengunggah daftar pemilih sementara. Sebanyak 69 juta pemilih termasuk kategori generasi milenial yaitu pemilih yang terlahir pada tahun 1981-1996. KPU sendiri telah mencatat jumlah pemilih muda sebesar 57,3% dari total pemilih.

Aktivis perempuan Tricia L. Sumarjianto, S.Sos, M.M, M.Sc, berpendapat bahwa, Pemilu 2024 sangat penting, terutama bagi kaum milenial dan gen z yang hampir 60% mendominasi pemilu 2024. “Kalau kita tidak berpartisipasi berarti membiarkan proses pemilu pada mereka-mereka memilih. Masa depan bangsa ada tangan milenial. Keterlibatan pemilih muda, generasi milenial dan gen z pada kontestasi Pemilu 2024 mendatang menjadi jumlah terbesar sepanjang sejarah bangsa Indonesia,” ungkapnya melalui keterangan, Jum’at (15/9).

Mengapa kita harus ikut Pemilu? Pertama, pemilu berarti kita telah menggunakan hak pilih, kedua kita menentukan pilihan berdasarkan hati nurani, ketiga gunakan sosial media untuk mencari informasi sebanyak-banyaknya. “Jangan asal pilih, apalagi golput. Begitu banyak caleg dan capres-cawapres yang akan ada dalam Pemilu 2024. Jangan termakan berita palsu atau hoaks, jangan hanya baca pada judul berita, dan jangan baca berita hanya dari satu sisi. Kita yang muda harus kritis, cari berita sebanyak-banyaknya dan kumpulkan, sehingga kita bisa benar-benar berpartisipasi aktif menggunakan hak pilih dan ikut menentukan masa depan Indonesia” imbuhnya.

 

Sementara Fuad Abdullah, S.H, M.H, praktisi hukum mengajak seluruh masyarakat Indonesia khususnya generasi milenial dan gen z untuk ikut menyukseskan pemilu 2024. Baik Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden, legislatif, maupun pemilihan kepala daerah serentak. “Pemilihan umum sangat menentukan arah bangsa, termasuk nasib bangsa yang akan menentukan wakil-wakil rakyat dan figur presiden yang akan memimpin Indonesia selama 5 tahun mendatang,” ujarnya di tempat terpisah.

Sebagai negara yang menunjung tinggi nilai-nilai demokrasi, Indonesia memberi ruang dan peluang terhadap seluruh masyarakat untuk terus aktif berpartisipasi dalam penyelenggaraan pemilu. Tahun 2024 menjadi tahun emas, di mana generasi milenial dan gen z memetik hasil dari kontribusi dalam kemajuan bangsa, termasuk dalam dunia politik. Pesta demokrasi 2024 digadang-gadang akan menjadi tonggak pergeseran kekuasaan. Pemilih pemula yaitu generasi milenial dan gen z diprediksi akan mendominasi hak pilih dan suara dalam pemilu 2024. Kita bisa, jaga kondusivitas pemilu 2024 agar tahun 2045 menuju Indonesia Emas. “Kita mulai dari Pemilu 2024,” imbuhnya. (Red).

Berita Terkait

105 Hektare TNKS Sudah Hilang, Jika PETI di Kerinci Dibiarkan Maka Bencana Ekologis Tinggal Menunggu Waktu
Soroti Deretan Masalah, KAMAKSI Desak OJK dan KPK Periksa Direksi BCA
DPP LPPI: Ombudsman Harus Presisi, Jangan Rumah Dinas Dipersepsikan Sebagai Fasilitas Mewah Napi
Tuntut Evaluasi Kinerja, Aliansi Mahasiswa Geruduk Kantor Bank Jatim dan Gedung Negara Grahadi
Soroti Rentetan Kasus di Bank Mandiri, KAMAKSI Desak Dirut Riduan Mundur
Modal Konglomerat Mengalir ke Luar Negeri, Utang Global Membengkak, Pinjol Makin Berisiko
Bareskrim Polri Bongkar Jaringan Judi Online Internasional Beromzet Rp890 Miliar
DPP BAPERA Mendesak Penista Al Qur’an di Ancol agar Di Hukum Berat

Berita Terkait

Selasa, 20 Oktober 2026 - 00:13

PPWI Ogan Ilir Resmi Laporkan Dugaan Setoran Kepala Sekolah Ke Polda Sumsel

Selasa, 20 Oktober 2026 - 00:05

PPWI Ogan Ilir Sambangi Polda Sumsel, Fidiel Castro: Kebenaran Harus Diungkap, Jangan Biarkan Fitnah Berlarut!

Jumat, 16 Oktober 2026 - 19:15

Modus Suara Mirip dan Foto WhatsApp, Gubernur Kaltara Imbau Waspadai Penipuan Siber Lintas Wilayah

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 19:17

Polres Simalungun Gencar Tebar Stiker Nomor Darurat hingga Pelosok Wisata Parapat, Antisipasi Cuaca Ekstrem Danau Toba

Rabu, 7 Oktober 2026 - 01:08

KAKI Jatim Puji Langkah Kapolri Hadir di Tengah Aksi dan Dengarkan Aspirasi Buruh

Minggu, 4 Oktober 2026 - 08:11

Rahmawati Zainal: Komisi VII DPR Targetkan Kuota Tenaga Kerja Lokal Minimum 90 Persen dalam RUU Kawasan Industri

Minggu, 4 Oktober 2026 - 08:09

HUT ke-27 Kabupaten Nunukan: Gubernur Zainal Paliwang Tekankan Pentingnya Identitas Bangsa di Perbatasan

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 22:25

KAKI Jatim: Kapolri Jenderal Suyudi Ario Seto Tunjuk Irjenpol Dekananto Eko Purnomo Sebagai Kapolda Jawa Timur

Berita Terbaru