Isu Dasco Wapres Tidak Dapat Di Pertanggung Jawabkan, Stop Framing dan Hoaks

KRIMINAL 24

- Team

Jumat, 6 November 2026 - 15:24

4025 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA – Pimpinan Wilayah Gerakan Pemuda Al Washliyah (PW GPA) DKI Jakarta melalui Ketua PW GPA DKI Jakarta, Dedi Siregar, mengingatkan seluruh pihak agar tidak mengalihkan perhatian publik dari persoalan dugaan penyadapan ilegal terhadap Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto yang saat ini menjadi perhatian dan tengah diungkap oleh Polri.

Menurut Dedi Siregar, dugaan penyadapan ilegal terhadap kepala negara merupakan persoalan serius yang harus mendapatkan perhatian bersama. Hal tersebut menyangkut keamanan negara, perlindungan komunikasi kenegaraan, serta kewibawaan dan kedaulatan institusi kepresidenan.

Ia menilai, jangan sampai perhatian masyarakat justru terseret ke berbagai spekulasi politik dan isu yang belum memiliki dasar informasi yang jelas, sehingga persoalan utama yang sedang menjadi perhatian publik kehilangan fokus.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Kami meminta semua pihak untuk tidak mengalihkan isu dari persoalan dugaan penyadapan ilegal terhadap Presiden Prabowo Subianto. Ini persoalan serius yang harus dikawal secara objektif. Biarkan Polri bekerja secara profesional untuk mengungkap fakta, mencari pihak yang bertanggung jawab, serta menyampaikan hasil penyelidikan kepada masyarakat sesuai ketentuan hukum,” tegas Dedi Siregar.

Lebih lanjut, Dedi Siregar juga menyoroti berkembangnya isu yang mengaitkan Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad dengan posisi Wakil Presiden. Menurutnya, isu tersebut hanya pengalihan isu masarakat jangan terjebak pada isu Wakil Ketua DPR RI bakal jadi Wapres, isu itu sengaja dibangun oleh oknum oknum yang tidak bertanggung jawab untuk menutupi pokus kasus Penyadapan Ilegal terhadap Presiden Prabowo

Ia meminta masyarakat agar tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang belum terverifikasi, terlebih jika informasi tersebut berpotensi memunculkan kegaduhan dan memperkeruh suasana politik nasional.

“Jangan membangun opini seolah-olah isu Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco menjadi Wakil Presiden itu hokas dan tidak tepat, jangan menggiring opini publik dengan spekulasi. Kami meminta agar framing dan penyebaran informasi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan dihentikan,” ujarnya.

Dedi Siregar menambahkan, Sufmi Dasco Ahmad merupakan salah satu tokoh politik nasional yang memiliki peran dalam dinamika komunikasi dan persatuan politik. Karena itu, menurutnya, berbagai spekulasi yang menyeret nama Dasco harus disikapi secara proporsional dan tidak dijadikan bahan untuk menciptakan pertentangan di tengah masyarakat.

“Kita membutuhkan suasana politik yang sehat, bukan kegaduhan akibat informasi yang tidak jelas sumbernya, Sufmi Dasco itu aktor persatuan, bukan objek untuk terus-menerus digiring dalam framing politik,” ungkapnya.

Dedi Siregar juga meminta Polri agar mengusut dugaan penyadapan ilegal tersebut secara transparan, profesional, dan akuntabel sehingga masyarakat mendapatkan kejelasan berdasarkan hasil penanganan perkara.

Ia mengingatkan bahwa stabilitas nasional dan persatuan bangsa tidak boleh dikorbankan oleh penyebaran informasi yang belum teruji kebenarannya.

“Kami mengajak masyarakat untuk tetap tenang, tidak mudah terprovokasi, dan tidak ikut menyebarkan informasi yang belum terverifikasi. Jangan sampai isu yang belum jelas justru menutupi persoalan yang lebih substansial. Kawal proses hukum, hormati fakta, dan jaga persatuan bangsa,” tutup Dedi Siregar. (*)

Berita Terkait

Apresiasi Kepala SMPN 10 Tangsel, Tegas Tangani Dugaan Perundungan Siswi
105 Hektare TNKS Sudah Hilang, Jika PETI di Kerinci Dibiarkan Maka Bencana Ekologis Tinggal Menunggu Waktu
Soroti Deretan Masalah, KAMAKSI Desak OJK dan KPK Periksa Direksi BCA
DPP LPPI: Ombudsman Harus Presisi, Jangan Rumah Dinas Dipersepsikan Sebagai Fasilitas Mewah Napi
Tuntut Evaluasi Kinerja, Aliansi Mahasiswa Geruduk Kantor Bank Jatim dan Gedung Negara Grahadi
Soroti Rentetan Kasus di Bank Mandiri, KAMAKSI Desak Dirut Riduan Mundur
Modal Konglomerat Mengalir ke Luar Negeri, Utang Global Membengkak, Pinjol Makin Berisiko
Bareskrim Polri Bongkar Jaringan Judi Online Internasional Beromzet Rp890 Miliar

Berita Terkait

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 01:49

Potret Buruk Penanganan Banjir Aceh Tenggara, Jembatan Kuning I Terlalu Rendah Tak Dibongkar, Material Malah Dijual, Warga Hanya Dapat Dampak

Rabu, 28 Oktober 2026 - 01:21

Kalapas Kutacane Ungkap Penjemputan Ical Berawal dari Info Intelkam, Sempat Bawa Ambulans Karena Tahu Kondisi Sakit

Senin, 26 Oktober 2026 - 18:48

Satresnarkoba Polres Aceh Tenggara Amankan Dua Pria di Ketambe, 10 Paket Sabu Disita

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 18:56

Ketegangan Sosial Meningkat, Pemerintah Diminta Bertindak Tegas Atas Penambangan Galian C di Kali Alas

Minggu, 21 Juni 2026 - 21:59

Tak Hanya Menindak, Polres Aceh Tenggara Dorong Pemulihan 19 Penyalahguna Narkotika

Sabtu, 13 Juni 2026 - 21:46

Menyapa Harapan di Ruang Operasi, Kapolres Aceh Tenggara Tinjau Langsung Operasi Bibir Sumbing dan Celah Langit-Langit

Selasa, 9 Juni 2026 - 18:17

Wujud Kepedulian Polri, Kapolres Aceh Tenggara Salurkan Bantuan Kapolda Aceh kepada Warga Desa Mendabe

Selasa, 9 Juni 2026 - 17:45

Sentuhan Kasih untuk Sesama, Bantuan Kapolda Aceh Tiba di Tangan Warga yang Membutuhkan

Berita Terbaru