Takalar – kriminal24.com | Program bedah rumah yang diduga dilaksanakan di Lingkungan Pappa, Kecamatan Pattalassang, menuai sorotan keras. Bantuan yang seharusnya memperbaiki kelayakan hunian warga justru dinilai jauh dari standar. Pasalnya, pekerjaan fisik yang dilakukan tidak mencerminkan anggaran yang disebut mencapai Rp20 juta.
Berdasarkan pantauan awak media di lokasi, pekerjaan bedah rumah tersebut hanya sebatas pemasangan tiga batang balok. Ironisnya, tiga balok tersebut masih dipotong menjadi dua sehingga total material yang terpasang semakin minim. Kondisi ini menimbulkan dugaan kuat adanya ketidaksesuaian antara anggaran dan realisasi pekerjaan di lapangan.Rabu(4/2/2026)
Pemilik rumah, Dg Toro, saat dikonfirmasi awak media membenarkan hal tersebut. Ia mengaku rumahnya memang masuk dalam program bedah rumah, namun pekerjaan yang dilakukan sangat terbatas. Bahkan hingga kini, atap rumah masih mengalami kebocoran dan tidak mampu melindungi penghuninya dari hujan.
“Kalau hujan, air tetap masuk ke dalam rumah. Sengnya dipasang seadanya, bocor di beberapa bagian,” ungkap Dg Toro. Ia menyebutkan bahwa kondisi rumah setelah dibedah justru belum memberikan kenyamanan, sehingga tujuan utama program bantuan tersebut dipertanyakan.
Fakta ini memunculkan desakan agar pihak terkait segera memberikan klarifikasi terbuka. Masyarakat berharap instansi berwenang dan aparat pengawas turun tangan mengaudit program bedah rumah tersebut, agar tidak ada praktik penyimpangan yang merugikan warga kecil dan mencederai kepercayaan publik terhadap program bantuan pemerintah.
(Nakku JAGUAR)






